Keberadaan Apotek di Indonesia masih minim

Selasa, 19 Februari 2013 - 15:37 WIB
Keberadaan Apotek di...
Keberadaan Apotek di Indonesia masih minim
A A A
Sindonews.com - Akses masyarakat untuk mendapatkan obat legal dari apotik masih terbatas. Secara nasional, jumlah apotek yang ada masih kurang, atau dengan kata lain belum semua kecamatan terjangkau dengan layanan apotik.

HR Division Manager PT K-24 Indonesia, Mentawal Hutauruk mengatakan, idealnya setiap 10 ribu penduduk terlayani satu apotek. Namun kenyataannya jumlah apotek ini masih sangat terbatas. Bahkan di luar Jawa, apotek masih sulit untuk ditemui.

“Memang kebanyakan berada di Jawa, sedangkan di luar Jawa masih minim," jelasnya disela menerima kunjungan mahasiswa Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang di Apotik K-24 Gondomanan, Selasa (19/2/2013).

Menurutnya, keberadaan apoteker masih sangat menentukan dalam lahirnya sebuah apotik. Selama ini banyak mahasiswa asal luar daerah yang enggan kembali di daerah asalnya. Mereka lebih enjoy menjadi apoteker di wilayah Jawa.

Saat ini K-24 sebagai jaringan apotek nasional telah memiliki 307 cabang yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Di jateng dan DIY ada sekitar 55 outlet, dan sekitar 29 berada di Yogyakarta. “Kita akan tambah lagi empat unit, dan kita arahkan di pinggir kota agar tidak jenuh,” tegasnya.

Industrial Realtions K-24, Bayu Priharjanto menambahkan, K-24 telah menandatangani kerjasama dengan BKKBN. Nantinya, di apotik K-24 akan dilengkapi dengan layanan klinik KB. “Sesuai MoU, patsi kita akan merambah di pelosok,” tandasnya.

Kunjungan ini sendiri menjadi bagian dari hubungan dengan kalangan perguruan tinggi. K-24 siap menjalin kerja sama termasuk dalam hal kurikulum dan teori. Sehingga materi perkuliahan ada kaitannya dengan dunia industri di lapangan.

Kunjungan kerja lebih pada bagian orientasi, lapangan kerja, pelayanan pelanggan hingga sistem pelatihan. “Studi ini lebih kepada orientasi lapangan agar mahasiswa lebih memahami dunia industri dan farmasi,” tutur Pengelola Jurusan Farmasi Poltekkes Pangkalpinang, Rahmawati Felani.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru
Strategi dan Inovasi...
Strategi dan Inovasi Merck Indonesia di Tengah Gempuran COVID-19
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
Strategi Bayern dalam...
Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan
Miliki Logo Baru, Pyridam...
Miliki Logo Baru, Pyridam Farma Terus Berinovasi
EPO Daewoong Infion...
EPO Daewoong Infion Disebut Dapat Hemat Harga Obat Asuransi
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
4 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved