Ini alasan perdagangan RI defisit dengan Swiss

Rabu, 20 Februari 2013 - 16:12 WIB
Ini alasan perdagangan...
Ini alasan perdagangan RI defisit dengan Swiss
A A A
Sindonews.com - Dalam lima tahun terakhir, neraca perdagangan Indonesia dengan Swiss selalu defisit bagi Indonesia. Apa penyebab sebenarnya?

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, komoditi yang diimpor Indonesia dari Swiss merupakan produk-produk bernilai tambah tinggi yang membutuhkan teknologi canggih dalam pembuatannya.

"Kenapa kita selalu defisit dengan Swiss? Kita impor produk-produk teknologi, mesin, chemical product yang bernilai tambah sangat tinggi," jelas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami ditemui di Kemendag, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Adapun, Indonesia hanya menjual barang-barang yang nilai tambahnya sedikit seperti tekstil, kakao, dan perikanan. Hal inilah yang membuat neraca perdagangan Indonesia dan Swiss tidak seimbang. "Kita sebaliknya mengekspor tekstil, furniture, kakao, dan perikanan. Tentu ini belum bisa membalance perdagangan," ujarnya.

Sebagai catatan, defisit perdagangan Indonesia terhadap Swiss terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2011, nilai ekspor Indonesia ke Swiss hanya USD123,6 juta, padahal impor dari Swiss sebesar USD623,9 atau terjadi defisit USD500,2 juta.

Defisit perdagangan Indonesia dari Swiss berturut-turut dari 2008 hingga 2010 sebanyak USD141,1 juta, USD259,1 juta, dan USD293,7 juta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
4 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved