Pembangunan pabrik pig iron JMI terancam molor

Senin, 25 Februari 2013 - 14:13 WIB
Pembangunan pabrik pig...
Pembangunan pabrik pig iron JMI terancam molor
A A A
Sindonews.com – Realisasi pembangunan pabrik bijih besi (pig iron) oleh PT Jogja Magasa Iron (JMI) terancam molor. Ini terjadi karena JMI harus menyusun ulang feasibility study (FS) pembangunan pabrik seiring rencana pemindahan lokasi dari sisi timur ke barat.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, JMI harus menyusun ulang FS karena pembangunan pabrik di sisi barat belum dilengkapi FS. Untuk menyusunnya, JMI butuh waktu paling tidak selama enam bulan. Karena itu, pembangunan pabrik bisa mundur hingga enam bulan.

“Dalam kesepakatan awal yang sudah diserahkan ke Kementerian ESDM memang pabriknya di timur. Jadi kalau mau pindah ke barat harus ada FS-nya. Kalau tidak ada harus buat FS lagi dan itu paling tidak butuh waktu enam bulan,” kata Hasto di Kulonprogo, Senin (25/2/2013).

Predisen Direktur PT JMI Lutfi Hyder mengakui, FS pembangunan pabrik pig iron berada di sisi timur Kulonprogo. Namun, JMI maupun pemkab sepakat pabrik akan dibangun di sisi barat atau di Karangwuni, Wates. Karena itu, FS harus dibuat ulang.

“Ini technical saja. Karena kalau dari sisi Amdal tidak masalah, boleh di timur atau di barat. Secara yuridis FS harus dirubah. Kalau sudah selesai baru kita proses tahapannya,” kata Lutfi.

Menurut dia, sisi barat dipilih untuk lokasi pabrik dengan beberapa pertimbangan. Yakni, di Karangwuni JMI sudah memiliki pilot plant. Sehingga pembangunan pabrik hanya tinggal menyambung dengan pilot plant. Selain itu, masyarakat di Karangwuni sudah lebih terbiasa dengan keberadaan JMI.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved