Jasa Sarana bangun dua proyek geothermal 50 MW

Jum'at, 01 Maret 2013 - 17:33 WIB
Jasa Sarana bangun dua...
Jasa Sarana bangun dua proyek geothermal 50 MW
A A A
Sindonews.com - PT Jasa Sarana menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB/geothermal) di Jawa Barat (Jabar) pada 2015.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Shandy Bowono mengatakan, saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sedang menyelesaikan dua proyek geothermal di Jabar, yaitu di Cisolok dan Tampomas. Kedua proyek tersebut nantinya mampu menghasilkan tenaga listrik sampai 50 megawatt (MW).

"Saat ini baru sampai pada proses driling. Awal 2015 dipastikan selesai dan mulai beroperasi secara komersil," jelas Soko di Bandung, Jumat (1/3/2013).

Dia mengakui, proyek tersebut merupakan dua dari sejumlah proyek pembangkit listrik yang digarap PT Jasa Sarana. Kedua proyek tersebut dibangun dengan investasi miliaran rupiah. Di mana investasi untuk pembangkit geothermal di Cisolok mencapai USD110 juta. Sedangkan geothermal di Tampomas sebesar USD103 juta.

Ditemui terpisah, Kepala Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Kalvin Butar Butar mengatakan, Jabar merupakan salah satu provinsi penghasil panas bumi terbesar di Indonesia. Namun demikian, potensi tersebut belum seluruhnya dimanfaatkan. "Potensi panas bumi yang ada di Jabar sekitar 6000 MW," ujarnya.

Dari potensi tersebut, lanjutnya, yang telah dimanfaatkan menjadi PLTPB hanya di beberapa daerah. Yaitu di Garut, Kabupaten Bandung serta Sukabumi. Sisanya, belum dimanfaatkan.

Menurut Kalvin, di Indonesia ada sekitar 299 titik panas bumi. Pada 2012, ditemukan sebanyak 22 lokasi wilayah pertambangan potensi panas bumi di Indonesia. Secara akumulatif hingga 2012 telah diidentifikasi sebanyak 299 daerah yang memiliki potensi panas bumi. Dari potensi yang telah teridentifikasi tersebut memiliki potensi panas bumi hingga 28,8 giga watt energi (GWe).

"Potensi tersebut merupakan pemetaan pada 2012. Tahun ini, rencananya ada 22 titik lagi yang kami survei. Di antaranya di Indonesia Timur," kata dia.

Beberapa daerah di Indonesia Timur yang mempunyai potensi panas bumi adalah NTT, NTB, dan Sulawesi. Potensi panas bumi di wilayah Indonesia Timur dinilai sangat besar. Selain Indonesia Timur, Jabar, Sumatera, dan Sulawesi juga memiliki potensi besar atas kekayaan panas bumi.

"Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga sebesar 29 ribu megawatt. Cadangan panas bumi di Indonesia merupakan 40 persen dari kekayaan panas bumi dunia," ungkap dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved