Lelang impor daging sapi dikhawatirkan ciptakan kartel

Minggu, 03 Maret 2013 - 15:02 WIB
Lelang impor daging...
Lelang impor daging sapi dikhawatirkan ciptakan kartel
A A A
Sindonews - Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta menyatakan, mekanisme lelang impor daging sapi yang diusulkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menggantikan mekanisme tender harus dikaji lebih mendalam.

Pasalnya, lelang impor daging sapi yang bertujuan untuk mentransparansi impor daging sapi sekaligus menekan harga bisa saja malah menciptakan kartel.

"Importir (daging sapi) kan ada yang besar, menengah, dan kecil. Jangan sampai nanti lelang mengarah pada kartel karena yang menang yang besar-besar saja," ungkap Ketua Umum KDS Jakarta Sarman Simanjorang kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (3/3/2013).

Sarman khawatir, pemerintah menetapkan syarat-syarat tertentu yang akan sulit dipenuhi oleh para importir kecil dan menengah dalam pelaksanaan lelang impor daging sapi nantinya, misalnya persyaratan fasilitas penyimpanan.

Bila hal tersebut menjadi kenyataan, hanya importir-importie besar saja yang bisa mengikuti lelang dan akhirnya menguasai pasar. "Kalau nanti harus punya gudang misalnya 1000 ton, kan terbatas (yang bisa mengikuti lelang). Kan ada (importir kecil) yang punya cuma 350 ton," lanjutnya.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan telah menyiapkan formulasi mekanisme lelang sebagai pengganti mekanisme tender untuk pengadaan impor daging sapi. Pihaknya meyakini sistem lelang ini akan membuat harga daging sapi menjadi lebih rendah dan lebih stabil.

"Terkait dengan daging, tadi kami mengusulkan agar dipertimbangkan dilakukannya sistem lelang agar jauh lebih transparan dan bisa menjamin harga yang mungkin bisa lebih murah," kata Gita baru-baru ini.

Yang menarik, lelang impor daging sapi akan dilakukan dengan sistem yang terkomputerisasi sehingga transparan dan dapat meminimalisasi terjadinya kecurangan-kecurangan seperti suap.

"Nanti importir. Akan lakukan biding, nanti diurut dari yang termurah sampai yang termahal. Sampai batas 50 itulah yang dapat (alokasi kuota impor). Tanpa orang, itu dengan mekanisme elektronik. Mekanisme computerise," papar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bacrul Chairi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
10 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved