China desak AS transparan periksa investasi

Jum'at, 08 Maret 2013 - 16:48 WIB
China desak AS transparan...
China desak AS transparan periksa investasi
A A A
Sindonews.com - China mendesak Amerika Serikat (AS) lebih transparan atas pemeriksaan keamanan pada investasi. Hal ini disampaikan, China yang menuduh beberapa legislator di negara maju mempertahankan "mentalitas perang dingin".

Menteri Perdagangan China, Chen Deming mengatakan, hanya satu dari beberapa perusahaan China yang mengusulkan berinvestasi di AS disetujui oleh Washington.

"Beberapa legislator di beberapa negara maju masih melihat investasi asing dari perusahaan China, khususnya BUMN dengan mentalitas perang dingin dan ideologi," kata Deming di sela-sela pertemuan Kongres Nasional Rakyat China, seperti dilansir Economic Times, Jumat (8/3/2013).

Dia menegaskan AS harus lebih transparan dalam pemeriksaan keamanan nasional. "Kami berharap pemeriksaan keamanan akan lebih terbuka dan transparan, serta lebih dapat diprediksi perusahaan," ujarnya.

Pada Oktober tahun lalu, komite kongres AS mengatakan, perusahaan telekomunikasi China Huawei dan ZTE harus dikeluarkan dari kontrak-kontrak pemerintah karena peralatan mereka bisa digunakan untuk memata-matai.

Bulan berikutnya, komisi AS meminta anggota parlemen mempertimbangkan aturan-aturan ketat pada investasi BUMN China yang memperingatkan mereka akan timbul masalah ekonomi dan risiko keamanan.

Namun baru-baru ini, AS menyetujui pengambilalihan Nexen, produsen minyak terbesar Kanada oleh BUMN China CNOOC dengan kesepakatan senilai USD15,1 miliar, merupakan investasi terbesar pertama 'Negeri Tirai Bambu'.

"Ini menunjukkan Amerika menilai situasi dan menyesuaikan kebijakan mereka, meskipun beberapa persetujuan tidak adil dan sedikit diskriminatif," tandas Deming.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved