IHSG sepekan ini diproyeksi di kisaran 4.735-4.926
Senin, 11 Maret 2013 - 09:49 WIB
IHSG sepekan ini diproyeksi di kisaran 4.735-4.926
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini diperkirakanakan berada pada rentang support 4.735-4.828 dan resistance 4.901-4.926.
Kepala Riset Trus Securities, Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola seperti hanging manlewati upper bollinger bands. MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih di atas area overbought.
"Setelah IHSG kembali menabrak dan melampaui target resisten kami di level 4.823-4.838, kami akan kembali mencoba menaikkan target resisten selanjutnya. Nantinya akan kita lihat apakah IHSG mampu “menggapai langit berikutnya”. Kembali kami mengingatkan jika nantinya target resisten tersebut gagal tercapai maka perlu diwaspadai potensi downreversal," kata dia, Senin (11/3/2013).
Terlihat bahwa sepanjang pekan kemarin, emiten-emiten yang telah di-upload laporan keuangannya di website BEI ada sebanyak 14 emiten, diantaranya BBNI, SDRA,TLKM, KAEF, BAEK, BFIN, AALI, MERK, dan sebagainya.
Dari rilis emiten tersebut, terlihat mayoritas kinerja keuangannya menunjukkan adanya peningkatan. Bahkan emiten seperti ELSA yang pendapatannya hanya naik tipis namun, untuk downline-nya mampu menghasilkan peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemilik dibandingkan dengan sebelumnya yang mengalami kerugian.
Pencapaian yang lebih baikdari laporan keuangan emiten membuat penilaian terhadap sahamnya pun juga naik dan kondisi inilah yang menopang laju kenaikan IHSG. Pekan ini, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, antara lain CPI, Industrial Production, Retail Sales & PPI China; Core Machinery Orders, BSI Large Manufacturing, dan Household Confidence Jepang; Trade Balance & CPIJerman.
Selain itu CPI & Retail Sales Spanyol; Industrial Production Perancis; GDPItalia; Industrial Production, Manufacturing Production dan Trade Balance Inggris; Industrial Production Eropa; NFIB Small Business Optimism, Retail Sales, Business Invesntories AS, CPI, Industrial Production & PPIAS; dan lainnya.
"Semakin tinggi IHSG melaju, maka keingginan profit taking akan semakin besar dan peluang untuk terjun bebas makin terbuka lebar. Untuk itu, selalu mewaspadai adanya potensi pembalikan arah dan jangan terlalu terlena dengan eforia kenaikan yang terjadi," ujar Reza.
Selain itu, dia menyarankan untuk mencermati sentimen dari masih adanya rilis kinerja para emiten, khususnya lokal. Jumlah emiten ada lebih dari 400an, sementara yang telah menyampaikan kepada BEI belum ada seperempatnya, sehingga masih banyak lagi yang belum menyampaikan.
Untuk sektoral, diperkirakan sektor infrastruktur, konsumer, aneka industri, dan perdagangan masih akan menggerakkan IHSG. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan sepakan ini, antara lain WSKT, CPIN, MAIN, INTP, BMTR, AKRA, BTPN, ACES, RALS, HRUM, UNVR dan ARNA.
Kepala Riset Trus Securities, Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola seperti hanging manlewati upper bollinger bands. MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih di atas area overbought.
"Setelah IHSG kembali menabrak dan melampaui target resisten kami di level 4.823-4.838, kami akan kembali mencoba menaikkan target resisten selanjutnya. Nantinya akan kita lihat apakah IHSG mampu “menggapai langit berikutnya”. Kembali kami mengingatkan jika nantinya target resisten tersebut gagal tercapai maka perlu diwaspadai potensi downreversal," kata dia, Senin (11/3/2013).
Terlihat bahwa sepanjang pekan kemarin, emiten-emiten yang telah di-upload laporan keuangannya di website BEI ada sebanyak 14 emiten, diantaranya BBNI, SDRA,TLKM, KAEF, BAEK, BFIN, AALI, MERK, dan sebagainya.
Dari rilis emiten tersebut, terlihat mayoritas kinerja keuangannya menunjukkan adanya peningkatan. Bahkan emiten seperti ELSA yang pendapatannya hanya naik tipis namun, untuk downline-nya mampu menghasilkan peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemilik dibandingkan dengan sebelumnya yang mengalami kerugian.
Pencapaian yang lebih baikdari laporan keuangan emiten membuat penilaian terhadap sahamnya pun juga naik dan kondisi inilah yang menopang laju kenaikan IHSG. Pekan ini, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, antara lain CPI, Industrial Production, Retail Sales & PPI China; Core Machinery Orders, BSI Large Manufacturing, dan Household Confidence Jepang; Trade Balance & CPIJerman.
Selain itu CPI & Retail Sales Spanyol; Industrial Production Perancis; GDPItalia; Industrial Production, Manufacturing Production dan Trade Balance Inggris; Industrial Production Eropa; NFIB Small Business Optimism, Retail Sales, Business Invesntories AS, CPI, Industrial Production & PPIAS; dan lainnya.
"Semakin tinggi IHSG melaju, maka keingginan profit taking akan semakin besar dan peluang untuk terjun bebas makin terbuka lebar. Untuk itu, selalu mewaspadai adanya potensi pembalikan arah dan jangan terlalu terlena dengan eforia kenaikan yang terjadi," ujar Reza.
Selain itu, dia menyarankan untuk mencermati sentimen dari masih adanya rilis kinerja para emiten, khususnya lokal. Jumlah emiten ada lebih dari 400an, sementara yang telah menyampaikan kepada BEI belum ada seperempatnya, sehingga masih banyak lagi yang belum menyampaikan.
Untuk sektoral, diperkirakan sektor infrastruktur, konsumer, aneka industri, dan perdagangan masih akan menggerakkan IHSG. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan sepakan ini, antara lain WSKT, CPIN, MAIN, INTP, BMTR, AKRA, BTPN, ACES, RALS, HRUM, UNVR dan ARNA.
(rna)
Lihat Juga :