Alat bor ekplorasi migas dilarang impor

Selasa, 12 Maret 2013 - 14:17 WIB
Alat bor ekplorasi migas...
Alat bor ekplorasi migas dilarang impor
A A A
Sindonews.com - Pemerintah melarang para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) melakukan impor alat pengeboran (rig) eksplorasi minyak dan gas bumi. Hal itu guna memaksimalkan kegiatan eksplorasi minyak dan gas metana batubara (CBM) dengan menggunakan barang buatan nasional.

“Penggunaan rig dalam negeri harus dimaksimalkan agar industri dalam negeri dapat berkembang,” ujar Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/3/2013).

Dia juga menjelaskan, saat ini sudah ada beberapa industri manufaktur dan beberapa perguruan tinggi dalam negeri yang mampu memproduksi rig. Namun, Susilo mengakui, sampai saat ini masih terkendala pendanaan. “Tapi saya tidak rela kalau rig itu harus impor, padahal kita bisa bikin sendiri,” ujarnya.

Dengan adanya dorongan dari pemerintah untuk menggunakan rig buatan dalam negeri, maka KKKS diharapkan mampu mendorong investor dalam negeri untuk lebih maksimal dalam pembuatan rig atau barang lainnya. “Kita akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk memaksimalkan penggunaan rig dalam negeri,” ucapnya.

Sekedar informasi, pada saat ini perusahaan dalam negeri telah mampu memproduksi rig di bawah 1.500 HP. Untuk pembuatan rig tersebut dibutuhkan biaya sebesar USD40 juta. Sebelumnya, SKK Migas mengungkapkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas tahun 2012 telah mencapai USD16,6 miliar atau sekitar Rp160 triliun. TKDN sendiri tetap berada dikisaran 60 persen dari pengadaan barang di usaha hulu migas.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved