IHSG diprediksi melemah terbatas
Rabu, 13 Maret 2013 - 08:17 WIB
IHSG diprediksi melemah terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ahari ini diprediksi akan bergerak di kisaran 4.824-4.878. Pola short black candle di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal, melanjutkan pelemahan kendati mulai terbatas.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menilai, kondisi tersebut terutama didorong melemahnya sejumlah katalis dari luar negeri yang sebelumnya menjadi alasan IHSG mampu secara agresif menyentuh level tertingginya.
"Nampaknya katalis pendorong Dow Jones mulai berkurang tercermin dari pergerakan Indeks yang tergabung dalam Wall Street ditutup beragam, di mana Dow ditutup flat 2,77 poin atau 0,02 persen," terang Edwin, Rabu (13/3/2013).
Di sisi lain, lanjut Edwin, indeks teknologi Nasdaq juga ditutup turun -10,55 poin (0,32 persen) ditengah kembali naiknya The Vix sebesar +6,14 persen ditutup pada level 12,27, ditengah sebelumnya bursa Asia Selasa kebanyakan ditutup turun, seperti Nikkei -0,28 persen dan HSI -0,87 persen.
"Sebelumnya, alarm market yang berpotensi menjadi masalah dikemudian hari muncul ketika The Fitch memotong Credit Rating Italia menjadi "BBB+" dari sebelumnya "A-" dan memberikan "Negative Outlook" dimana artinya meningkatkan risiko akan kembali diturunkannya credit rating Itali dikemudian hari dan akibatnya mendorong yield obligasi pemerintah Italia tenor 10 tahun naik 7 basis menjadi 4,66 persen," papar dia.
Selain itu, pemerintah China melaporkan penurunan data Industrial Production bulan Januari dan Februari 2013 yang naik 9,9 Persen, suatu kenaikan terkecil sejak Oktober 2012 sementara inflasi China naik lebih besar dari perkiraan awal.
Merujuk pergerakan bursa regional yang mulai mengalami koreksi, terutama Hangseng turun tajam -200,22 poin (-0,87 persen), dan perkembangan negatif di Itali setelah credit ratingnya dipotong dengan outlook negatif serta data ekonomi China yang belum menunjukkan perbaikan.
"Maka saya memperkirakan ada peluang IHSG kembali melemah dalam kisaran terbatas dalam perdagangan Rabu ini," simpul Edwin.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menilai, kondisi tersebut terutama didorong melemahnya sejumlah katalis dari luar negeri yang sebelumnya menjadi alasan IHSG mampu secara agresif menyentuh level tertingginya.
"Nampaknya katalis pendorong Dow Jones mulai berkurang tercermin dari pergerakan Indeks yang tergabung dalam Wall Street ditutup beragam, di mana Dow ditutup flat 2,77 poin atau 0,02 persen," terang Edwin, Rabu (13/3/2013).
Di sisi lain, lanjut Edwin, indeks teknologi Nasdaq juga ditutup turun -10,55 poin (0,32 persen) ditengah kembali naiknya The Vix sebesar +6,14 persen ditutup pada level 12,27, ditengah sebelumnya bursa Asia Selasa kebanyakan ditutup turun, seperti Nikkei -0,28 persen dan HSI -0,87 persen.
"Sebelumnya, alarm market yang berpotensi menjadi masalah dikemudian hari muncul ketika The Fitch memotong Credit Rating Italia menjadi "BBB+" dari sebelumnya "A-" dan memberikan "Negative Outlook" dimana artinya meningkatkan risiko akan kembali diturunkannya credit rating Itali dikemudian hari dan akibatnya mendorong yield obligasi pemerintah Italia tenor 10 tahun naik 7 basis menjadi 4,66 persen," papar dia.
Selain itu, pemerintah China melaporkan penurunan data Industrial Production bulan Januari dan Februari 2013 yang naik 9,9 Persen, suatu kenaikan terkecil sejak Oktober 2012 sementara inflasi China naik lebih besar dari perkiraan awal.
Merujuk pergerakan bursa regional yang mulai mengalami koreksi, terutama Hangseng turun tajam -200,22 poin (-0,87 persen), dan perkembangan negatif di Itali setelah credit ratingnya dipotong dengan outlook negatif serta data ekonomi China yang belum menunjukkan perbaikan.
"Maka saya memperkirakan ada peluang IHSG kembali melemah dalam kisaran terbatas dalam perdagangan Rabu ini," simpul Edwin.
(rna)
Lihat Juga :