IHSG dibayangi aksi jual bersih asing
Kamis, 14 Maret 2013 - 08:12 WIB
IHSG dibayangi aksi jual bersih asing
A
A
A
Sindonews.com - Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada pada support 4.809-4.822 dan resistance 4.877-4.886.
Berpola menyerupai spinning menjauhi upper bollinger bands (UBB). MACD kian terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang turun. RSI, William's %R, dan stochastic masih melanjutkan downreversal.
"IHSG telah berada di kisaran support kami (4.825-4.848) sebelumnya. Jika sentimen yang ada tidak cukup kuat menopang IHSG, maka pelemahan lanjutan kemungkinan masih akan terjadi meskipun belum terlalu signifikan," kata Reza Kamis (14/3/2013).
Apalagi jika asing masih melakukan nett sell yang secara psikologis mempengaruhi pemodal lokal untuk ikut jualan. Kemarin IHSG melanjutkan pelemahannya pasca libur hari raya Nyepi. Pola yang sama juga terjadi pada pekan sebelumnya, dimana IHSG memerah di awal pekan setelah menyentuh level tertingginya.
Kali ini pun, setelah menyentuh level 4.900an sebagai level tertinggi terbarunya, IHSG melemah. Akan tetapi, disadari atau tidak, pelemahan IHSG memungkinkan gap yang terbentuk di akhir pekan kemarin (level 4.848-4.853) akan tertutupi.
Di sisi lain, pelemahan IHSG juga dipicu pelemahan pada bursa saham China setelah kabar internal yang ditanggapi negatif. Belum lagi, pembukaan bursa saham Eropa yang membuat pelaku pasar tidak mood untuk melakukan transaksi di bursa.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.868,90 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.815,85 (level terendahnya jelang preclosing dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.835,44.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah cenderung melemah setelah pelaku pasar merespon negatif rilis penurunan industrial production Eropa kontrarian dengan kabar positif dari hasil Lelang obligasi Spanyol yang melampaui target 5,5 miliar euro menjadi 5,83 miliar euro dan yield-nya turun untuk tenor 12 bulan ke level 1.363 persen dari sebelumnya 1,548 persen.
Di sisi lain, juga menunggu kejelasan lebih lanjut KTT Uni Eropa akhir pekan ini yang akan membahas bailout Cyprus yang hingga saat ini belum ada skema yang jelas mengenai hal tersebut meskipun pasar berkeyakinan bailout akan tetap dijalankan untuk Cyprus.
Pelaku pasar juga harap-harap cemas terhadap hasil FOMC pekan depan karena ingin melihat lebih lanjut arah dari The Fed. Bursa saham Asia memerah setelah diterpa kabar bahwa kenaikan harga saham-saham China terlalu cepat.
Apalagi, banyak pihak juga mengkhawatirkan tingginya rilis inflasi yang mengakibatkan pemerintah China nantinya akan memperketat pelonggaran moneternya. Di sisi lain, laju yen yang menguat menghempaskan indeks saham Nikkei setelah pihak oposisi menyatakan ketidakberpihaknya terhadap Deputi Gubernur BoJ, Iwata, yang pro-stimulus.
Berpola menyerupai spinning menjauhi upper bollinger bands (UBB). MACD kian terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang turun. RSI, William's %R, dan stochastic masih melanjutkan downreversal.
"IHSG telah berada di kisaran support kami (4.825-4.848) sebelumnya. Jika sentimen yang ada tidak cukup kuat menopang IHSG, maka pelemahan lanjutan kemungkinan masih akan terjadi meskipun belum terlalu signifikan," kata Reza Kamis (14/3/2013).
Apalagi jika asing masih melakukan nett sell yang secara psikologis mempengaruhi pemodal lokal untuk ikut jualan. Kemarin IHSG melanjutkan pelemahannya pasca libur hari raya Nyepi. Pola yang sama juga terjadi pada pekan sebelumnya, dimana IHSG memerah di awal pekan setelah menyentuh level tertingginya.
Kali ini pun, setelah menyentuh level 4.900an sebagai level tertinggi terbarunya, IHSG melemah. Akan tetapi, disadari atau tidak, pelemahan IHSG memungkinkan gap yang terbentuk di akhir pekan kemarin (level 4.848-4.853) akan tertutupi.
Di sisi lain, pelemahan IHSG juga dipicu pelemahan pada bursa saham China setelah kabar internal yang ditanggapi negatif. Belum lagi, pembukaan bursa saham Eropa yang membuat pelaku pasar tidak mood untuk melakukan transaksi di bursa.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.868,90 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.815,85 (level terendahnya jelang preclosing dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.835,44.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah cenderung melemah setelah pelaku pasar merespon negatif rilis penurunan industrial production Eropa kontrarian dengan kabar positif dari hasil Lelang obligasi Spanyol yang melampaui target 5,5 miliar euro menjadi 5,83 miliar euro dan yield-nya turun untuk tenor 12 bulan ke level 1.363 persen dari sebelumnya 1,548 persen.
Di sisi lain, juga menunggu kejelasan lebih lanjut KTT Uni Eropa akhir pekan ini yang akan membahas bailout Cyprus yang hingga saat ini belum ada skema yang jelas mengenai hal tersebut meskipun pasar berkeyakinan bailout akan tetap dijalankan untuk Cyprus.
Pelaku pasar juga harap-harap cemas terhadap hasil FOMC pekan depan karena ingin melihat lebih lanjut arah dari The Fed. Bursa saham Asia memerah setelah diterpa kabar bahwa kenaikan harga saham-saham China terlalu cepat.
Apalagi, banyak pihak juga mengkhawatirkan tingginya rilis inflasi yang mengakibatkan pemerintah China nantinya akan memperketat pelonggaran moneternya. Di sisi lain, laju yen yang menguat menghempaskan indeks saham Nikkei setelah pihak oposisi menyatakan ketidakberpihaknya terhadap Deputi Gubernur BoJ, Iwata, yang pro-stimulus.
(rna)
Lihat Juga :