Indosat dapat peringkat idAA+ dari Pefindo
Kamis, 14 Maret 2013 - 15:44 WIB
Indosat dapat peringkat idAA+ dari Pefindo
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA+ untuk PT Indosat Tbk (ISAT) dan sejumlah surat utang yang diterbitkan perseroan.
Adapun surat utang yang tersebut, yakni Obligasi V Tahun 2007, Obligasi VI Tahun 2008, Obligasi VII Tahun 2009 dan Obligasi VIII Tahun 2012. Sementara Pefindo juga menyematkan peringkat idAA+(sy) terhadap Sukuk Ijarah II Tahun 2007, Sukuk Ijarah III Tahun 2008, Sukuk Ijarah IV Tahun 2009 dan Sukuk Ijarah V Tahun 2012.
Analis Pefindo, Niken Indriarsih mengatakan bahwa prospek dari peringkat tersebut adalah stabil. "Peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham utama," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/3/2013).
Selain itu, Niken menambahkan, juga didukung posisi pasar perusahaan yang stabil dan kinerja operasional yang juga stabil. Kendati demikian, peringkat itu dibatasi struktur permodalan perusahaan yang agresif dan persaingan yang ketat dalam industri telekomunikasi.
Per akhir kuartal III tahun lalu, sebanyak 65 persen saham perseroan dikuasai Qatar Telecom (Qtel Asia) Pte Ltd (QTEL), pemerintah Indonesia 14,3 persen, Skagen Funds sekitar 5,6 persen dan publik sebanyak 15,1 persen.
Adapun surat utang yang tersebut, yakni Obligasi V Tahun 2007, Obligasi VI Tahun 2008, Obligasi VII Tahun 2009 dan Obligasi VIII Tahun 2012. Sementara Pefindo juga menyematkan peringkat idAA+(sy) terhadap Sukuk Ijarah II Tahun 2007, Sukuk Ijarah III Tahun 2008, Sukuk Ijarah IV Tahun 2009 dan Sukuk Ijarah V Tahun 2012.
Analis Pefindo, Niken Indriarsih mengatakan bahwa prospek dari peringkat tersebut adalah stabil. "Peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham utama," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/3/2013).
Selain itu, Niken menambahkan, juga didukung posisi pasar perusahaan yang stabil dan kinerja operasional yang juga stabil. Kendati demikian, peringkat itu dibatasi struktur permodalan perusahaan yang agresif dan persaingan yang ketat dalam industri telekomunikasi.
Per akhir kuartal III tahun lalu, sebanyak 65 persen saham perseroan dikuasai Qatar Telecom (Qtel Asia) Pte Ltd (QTEL), pemerintah Indonesia 14,3 persen, Skagen Funds sekitar 5,6 persen dan publik sebanyak 15,1 persen.
(rna)
Lihat Juga :