Menpera ajak lima gubernur bangun rusunawa
Jum'at, 15 Maret 2013 - 10:58 WIB
Menpera ajak lima gubernur bangun rusunawa
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz mengajak para gubernur di Indonesia agar berkenan membantu pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) untuk para pekerja dan buruh di Indonesia.
Ini guna mewujudkan tempat tinggal layak bagi kelompok masyarakat, khususnya buruh.
"Diharapkan, adanya rusunawa untuk pekerja serta buruh dapat memacu mereka untuk lebih bersemangat dalam bekerja, sehingga memacu sektor industri di Indonesia," ujar Djan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013).
Dengan pembangunan rusunawa tersebut, Djan berharap mampu mengurangi beban pengeluaran bulanan para buruh, sehingga derajat kesejahteraan dapat ditingkatkan.
"Rata-rata upah minimum provisnsi (UMP) sebesar Rp1,1 juta per bulan dan tingkat pengeluaran untuk sewa rumah sebesar Rp300 ribu, serta biaya transportasi rata-rata Rp500 ribu per bulan. Penyedian rumah yang layak huni bagi buruh dan dekat lokasi bekerja dapat menghemat biaya transportasi dan harga sewa rumahnya terjangkau, sesuai dengan daya beli para buruh," tuturnya.
Djan mengakui, sebagai langkah nyata mewujudkan upaya tersebut pada 2013, pemerintah berencana membangun rusunawa pekerja sebanyak 35 twin blok (satu twin blok terdiri atas dua tower).
Namun demikian, sesuai kemampuan anggaran pemerintah pada tahun ini, Djan mengaku, baru bisa membangun 24 twin blok dengan kapasitas 27 ribu unit sarana rumah susun yang dapat menampung 10.800 pekerja.
Untuk itu, menurut dia, diperlukan peran aktif masing-masing kepala daerah yang tercermin lewat penandatanganan nota kesepahaman yang berisi dukungan segenap pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk merealiseasikan rencana pembangunan tersebut.
"Penandatanganan kesepakatan bersama ini, diikuti lima gubernur se-Jawa, seperti Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Timur dan Daarah Istimewa Yogyakarta," ungkap dia.
Ini guna mewujudkan tempat tinggal layak bagi kelompok masyarakat, khususnya buruh.
"Diharapkan, adanya rusunawa untuk pekerja serta buruh dapat memacu mereka untuk lebih bersemangat dalam bekerja, sehingga memacu sektor industri di Indonesia," ujar Djan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013).
Dengan pembangunan rusunawa tersebut, Djan berharap mampu mengurangi beban pengeluaran bulanan para buruh, sehingga derajat kesejahteraan dapat ditingkatkan.
"Rata-rata upah minimum provisnsi (UMP) sebesar Rp1,1 juta per bulan dan tingkat pengeluaran untuk sewa rumah sebesar Rp300 ribu, serta biaya transportasi rata-rata Rp500 ribu per bulan. Penyedian rumah yang layak huni bagi buruh dan dekat lokasi bekerja dapat menghemat biaya transportasi dan harga sewa rumahnya terjangkau, sesuai dengan daya beli para buruh," tuturnya.
Djan mengakui, sebagai langkah nyata mewujudkan upaya tersebut pada 2013, pemerintah berencana membangun rusunawa pekerja sebanyak 35 twin blok (satu twin blok terdiri atas dua tower).
Namun demikian, sesuai kemampuan anggaran pemerintah pada tahun ini, Djan mengaku, baru bisa membangun 24 twin blok dengan kapasitas 27 ribu unit sarana rumah susun yang dapat menampung 10.800 pekerja.
Untuk itu, menurut dia, diperlukan peran aktif masing-masing kepala daerah yang tercermin lewat penandatanganan nota kesepahaman yang berisi dukungan segenap pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk merealiseasikan rencana pembangunan tersebut.
"Penandatanganan kesepakatan bersama ini, diikuti lima gubernur se-Jawa, seperti Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Timur dan Daarah Istimewa Yogyakarta," ungkap dia.
(rna)
Lihat Juga :