Pelabuhan tidak terapkan sistem transportasi nasional

Jum'at, 15 Maret 2013 - 13:04 WIB
Pelabuhan tidak terapkan...
Pelabuhan tidak terapkan sistem transportasi nasional
A A A
Sindonews.com - Anggota DPR RI Komis V dari Fraksi PKS, Sigit Sosiantomo mengatakan bahwa saat ini sejumlah pelabuhan nasional yang dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tidak menerapkan sistem transportasi nasional (sistranas) sebagaimana mestinya.

Dia mencermati kurang efektifitas dan efisiensinya pengelolaan pelabuhan nasional. Padahal tata kelola pelabuhan merupakan subsistem dari suatu sistem besar yang dinamakan sistranas. Dalam rencana induk pelabuhan nasional dikatakan bahwa pelabuhan harus tunduk dalam sistranas.

“Jadi saya lebih concern membahas tentang sistranas ini karena pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo sekarang ini pernah berjaya di masa kolonial dulu. Tapi sangat disayangkan kondisi pada saat ini pelabuhan-pelabuhan tersebut tidak mampu bersaing," kata Sigit saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI Komisi V dengan Direksi PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV di Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Seiring dengan permasalahan disparitas harga barang yang begitu tinggi antarpulau, misalnya harga BBM bersubsidi di Jawa sebesar Rp4.500 per liter, sedangkan di Papua mencapai Rp25 ribu per liter, menurut dia menandakan bahwa pelabuhan itu memang tidak berfungsi baik dalam mendukung sistranas.

"Ketika pelabuhan berfungsi maksimal maka harapannya disparitas harga antar pulau tidak terlalu jauh," tambahnya.

Sigit menilai bahwa perbaikan tata kelola pelabuhan merupakan bagian penting dari upaya untuk memperbaiki sistranas. Tata kelola pelabuhan yang efektif dan efisien akan menimbulkan multiplier effect yang signifikan dalam mencapai tujuan dan sasaran dari sistranas tersebut.

Pembenahan tata kelola pelabuhan akan meningkatkan daya saing, sehingga angkutan barang pada akhirnya beralih dari jalan darat. Hal ini mengakibatkan bebasnya jalur darat, seperti jalur Pantura dari truk-truk besar pengangkut barang, sehingga akan mengurai kemacetan sekaligus menurunkan angka kecelakaan dan kematian di jalan raya.

Selain itu, efisiensi anggaran dapat terwujud karena umur jalan akan lebih lama sehingga mengurangi biaya perawatan yang selama ini dibiayai oleh APBN. “Jadi problem-problem seperti dwelling time itu harus segera diselesaikan. Bagaimana pelabuhan kita bisa bersaing kalau rata-rata dwelling time-nya diatas 7 hari, bahkan sampai 12 hari," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
20 menit yang lalu
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
55 menit yang lalu
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
1 jam yang lalu
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
1 jam yang lalu
Bittime Sambut Roadmap...
Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital
1 jam yang lalu
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved