Petani bawang merah Kulonprogo panen lebih dini

Senin, 18 Maret 2013 - 15:04 WIB
Petani bawang merah...
Petani bawang merah Kulonprogo panen lebih dini
A A A
Sindonews.com - Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta memilih panen lebih dini, menyusul naiknya komoditas di pasaran yang terdongkrak harga bawang putih.

“Ini kita panen lebih awal dari waktu panen normal,” jelas Sukisno, salah seorang petani di bulak SUkoreno, Sentolo, Kulonprogo, Senin (18/3/2013).

Untuk kondisi normal, tanaman bawang merah ini baru bisa dipanen ketika berusia minimal 60 hari. Namun para petani di wilayah ini, biasa memanen ketika berusia 70 hari. Itu dilakukan agar hasil tanaman lebih optimal dan bawang yang diperoleh kualitasnya lebih bagus.

Namun kali ini para petani memilih memanen ketika tanaman yang dikembangkan baru berusia 50 hari. Sebab tanaman ini banyak diminati pedagang bawang merah dari luar daerah. Saat ini, setiap kilogramnya laku Rp40.000/kg. Padahal dalam kondisi normal hanya laku Rp20.000/kg saja.

Demi mendapatkan untung yang lebih besar inilah, dia dan beberapa petani memilih memanen bawang lebih cepat. “Mumpung harganya masih bagus kita panen lebih cepat,” tuturnya.

Petani yang lain, Sugeng mengatakan untuk memaksimalkan tanaman ini dia memacu menggunakan pupuk organik. Ketika sudah berusia 40 hari, dia menambahkan pupuk organik dengan komposisi lebih banyak.

Cara ini efektif untuk memaksimalkan buah menjadi lebih cepat besar. Penambahan pupuk ini bisa memacu hingga 10 hari dari waktu panen normal.

Diakuinya, memanen lebih dini seperti saat ini jarang dilakukan. Kebetulan harga saat ini sedang bagus, dan dia bisa mendapatkan untung lebih. Justru kalau tidak panen lebih awal, dikhawatirkan harga akan turun. “Ini untuk mengejar harga bagus, kalau normal bisa harganya sudah turun,” tutur Sugeng.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
46 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved