Mei, Irak siap aliri minyak ke Indonesia
Senin, 18 Maret 2013 - 17:44 WIB
Mei, Irak siap aliri minyak ke Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah dipastikan akan mendapat kepastian impor minyak mentah dari Irak sebanyak 35-65 ribu barel per hari (bph) mulai Mei 2013. Nantinya, minyak tersebut akan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM), sehingga masuk ke dalam negeri sudah dalam bentuk jadi.
"Kita memang sudah tandatangan nota kesepahaman antara perusahaan migas Irak dengan Pertamina," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo saat ditemui dikantornya, Jakarta, Senin (18/3/2013).
Dia menjelaskan, minyak mentah jenis Basra Lights tersebut akan dipasok sebesar 1 juta barel setiap bulan. Pihaknya berharap, kebutuhan BBM dalam negeri akan terpenuhi sepanjang tahun ini. "Irak juga berkomitmen akan memasok minyak mentah untuk kilang-kilang baru di Indonesia dengan jangka waktu 30-50 tahun," kata dia.
Susilo mengatakan, pemerintah Irak membuka lebar kepada perusahaan migas nasional jika ingin berkecimpung mengelola ladang minyak west qurna 1 dan II di sana, yang saat ini dikelola oleh ExxonMobil Iraq Limited (EMIL), anak usaha Exxon Mobil Corporation sebesar 60 persen dan perusahaan migas asal Jerman, Royal Dutch Shell sebesar 40 persen dengan produksi mencapai 1,8 juta bph.
"Pemerintah juga menunjuk Pertamina untuk ikut mengelola karena kalau Pertamina ini dapat 10 persen saja, produksinya sudah bisa 180 ribu bph. Itu hasil kita ke Irak kemarin," ujarnya.
"Kita memang sudah tandatangan nota kesepahaman antara perusahaan migas Irak dengan Pertamina," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo saat ditemui dikantornya, Jakarta, Senin (18/3/2013).
Dia menjelaskan, minyak mentah jenis Basra Lights tersebut akan dipasok sebesar 1 juta barel setiap bulan. Pihaknya berharap, kebutuhan BBM dalam negeri akan terpenuhi sepanjang tahun ini. "Irak juga berkomitmen akan memasok minyak mentah untuk kilang-kilang baru di Indonesia dengan jangka waktu 30-50 tahun," kata dia.
Susilo mengatakan, pemerintah Irak membuka lebar kepada perusahaan migas nasional jika ingin berkecimpung mengelola ladang minyak west qurna 1 dan II di sana, yang saat ini dikelola oleh ExxonMobil Iraq Limited (EMIL), anak usaha Exxon Mobil Corporation sebesar 60 persen dan perusahaan migas asal Jerman, Royal Dutch Shell sebesar 40 persen dengan produksi mencapai 1,8 juta bph.
"Pemerintah juga menunjuk Pertamina untuk ikut mengelola karena kalau Pertamina ini dapat 10 persen saja, produksinya sudah bisa 180 ribu bph. Itu hasil kita ke Irak kemarin," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :