Laba bersih China Telecom 2012 merosot 9,5%

Rabu, 20 Maret 2013 - 13:19 WIB
Laba bersih China Telecom...
Laba bersih China Telecom 2012 merosot 9,5%
A A A
Sindonews.com - China Telecom melaporkan laba bersih perusahaan turun 9,5 persen pada 2012, dibandingkan tahun sebelumnya, karena mengintensifkan persaingan pasar dan peningkatan biaya operasional.

Dilansir Global Post, Rabu (20/3/2013), dalam sebuah pengajuan di bursa saham Hong Kong, operator fixed-line terbesar di China itu mengumumkan keuntungan sebesar 14,93 miliar yuan (USD2,38) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012, dari 16,50 miliar pada 2011.

Sementara pendapatan perusahaan naik 15,5 persen mencapai 283.07 miliar yuan, dari 245,07 miliar yuan pada 2011. Namun, total beban usaha naik 18,5 persen menjadi 261,89 miliar yuan.

Kenaikan beban ini disebabkan inisiatif pemasaran meningkat selama peluncuran kelompok iPhone Apple untuk memperluas pasar pelanggan high-end.

"Kami secara akurat menangkap pola perkembangan internet mobile dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan," kata perusahaan itu, sambil menambahkan, bahwa mereka melihat penambahan 32.760.000 pelanggan 3G.

Tetapi Dow Jones Newswires melaporkan, perusahaan itu masih tertinggal dari pesaingnya, China Mobile dan China Unicom, yang menawarkan kecepatan data lebih cepat dan menarik lebih banyak pengguna 3G.

Di pihak lain, China Mobile, operator selular dengan jumlah pelanggan terbesar di dunia, Kamis lalu mengatakan, laba bersih pada 2012 melambat menjadi 2,7 persen, akibat peningkatan kompetisi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Perluas Lockdown,...
China Perluas Lockdown, Perusahaan Multinasional Kena Imbasnya
Perusahaan Susu di China...
Perusahaan Susu di China Memeras Laba Saat Pandemi
Masalah Ekonomi China...
Masalah Ekonomi China Bertambah, Raksasa Properti Country Garden Rugi Rp114,8 Triliun
Industri China Terseok-seok...
Industri China Terseok-seok 7 Bulan Beruntun, Perusahaan Tak Lagi Cuan
China Dianggap Jadi...
China Dianggap Jadi Ancaman Utama Terhadap Ekonomi Inggris
Ramalan Morgan Stanley...
Ramalan Morgan Stanley Soal Kebangkitan Ekonomi China di Tahun Baru 2022
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved