SKK Migas berharap Indonesia mampu kembangkan FLNG
Rabu, 20 Maret 2013 - 14:18 WIB
SKK Migas berharap Indonesia mampu kembangkan FLNG
A
A
A
Sindonews.com - Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Widyawan Prawiraatmadja berharap Indonesia mampu mengembangkan teknologi FLNG (Floating Liquefied Natural Gas) yang dilakukan Inpex di blok Masela.
"Dengan kemajuan teknologi yang sudah dikembangkan Inpex, maka SKK Migas berharap Indonesia dapat ikut menikmati," ujarnya dalam Rapat Pimpinan antara direksi Inpex dengan SKK Migas di gedung Mid plaza 2, Jakarta (20/3/2013).
Wawan, panggilan akrab Widyawan Prawiraatmadja mengatakan, bahwa teknologi FLNG yang merupakan teknologi baru ini dapat dipelajari dengan riset. Sehingga ke depan Indonesia tidak lagi tergantung dengan asing dalam pengembangan teknologi terbaru tersebut.
"FLNG itu baru, universitas itu memiliki research, sehingga dapat mempelajari FLNG. Kita harus anggap ini pembelajaran, karena kita tidak mau rely tapi kita harap akademisi dapat berkesempatan berpartisipasi dalam proyek FLNG ini," tuturnya.
"Contohnya waktu tahun 1976, pengetahuan Indonesia terhadap teknologi LNG juga merupakan hal baru ketika itu, (FLNG) ini sama aja kok," tambah dia.
Wawan juga mengatakan, bahwa hal paling penting adalah proyek harus jalan selama melibatkan berbagai stakeholder yang tepat untuk kepentingan semua pihak.
"Dengan kemajuan teknologi yang sudah dikembangkan Inpex, maka SKK Migas berharap Indonesia dapat ikut menikmati," ujarnya dalam Rapat Pimpinan antara direksi Inpex dengan SKK Migas di gedung Mid plaza 2, Jakarta (20/3/2013).
Wawan, panggilan akrab Widyawan Prawiraatmadja mengatakan, bahwa teknologi FLNG yang merupakan teknologi baru ini dapat dipelajari dengan riset. Sehingga ke depan Indonesia tidak lagi tergantung dengan asing dalam pengembangan teknologi terbaru tersebut.
"FLNG itu baru, universitas itu memiliki research, sehingga dapat mempelajari FLNG. Kita harus anggap ini pembelajaran, karena kita tidak mau rely tapi kita harap akademisi dapat berkesempatan berpartisipasi dalam proyek FLNG ini," tuturnya.
"Contohnya waktu tahun 1976, pengetahuan Indonesia terhadap teknologi LNG juga merupakan hal baru ketika itu, (FLNG) ini sama aja kok," tambah dia.
Wawan juga mengatakan, bahwa hal paling penting adalah proyek harus jalan selama melibatkan berbagai stakeholder yang tepat untuk kepentingan semua pihak.
(izz)
Lihat Juga :