Tak ada alasan lagi pemerintah tahan kontainer bawang

Rabu, 20 Maret 2013 - 15:32 WIB
Tak ada alasan lagi...
Tak ada alasan lagi pemerintah tahan kontainer bawang
A A A
Sindonews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menegaskan tidak ada alasan lagi bagi pemerintah menahan bawang putih impor yang menumpuk di Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Sudah ada komitmen dari para pelaku usaha untuk melepas bawang tersebut dengan harga Rp15 ribu per kilogram (kg). Jadi sudah tidak ada alasan lagi menahan itu, karena surat izinnya sudah dikeluarkan," kata Suswono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Menurutnya, kontainer yang tertahan tersebut bisa keluar karena importirnya telah melengkapi tiga perizinan yang diwajibkan yaitu Importir Terdaftar (IT), Rekomendasi Impor Produk Hortkultura (RIPH), serta Surat Persetujuan Impor (SPI).

Namun, Kementerian Pertanian (kementan) memberi deadline belasan importir bawang putih untuk mengurus dokumen RIPH dan dokumen lainnya dalam waktu enam bulan. "Tapi saat ini masih ada 323 kontainer yang belum memiliki RIPH, jadi memang belum bisa dikeluarkan dari pelabuhan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku telah melepas 293 kontainer pengangkut bawang putih akhir pekan lalu. Identifikasi dilakukan dari sekitar 500 kontainer yang mengangkut bawang putih.

Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan mengatakan, dari jumlah tersebut sudah 332 kontainer memenuhi syarat RIPH dari Kementerian Pertanian dan SPI dari Kemendag. Sedangkan yang sudah dilepas ke pasar sebanyak 293 kontainer.

"Kontainer tersebut sudah dilepas Jumat lalu, sudah tercermin penurunan harga di berbagai tempat," ujar Gita dalam konfrensi pers di kantornya, Jakarta, belum lama ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
31 menit yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
44 menit yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
58 menit yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
1 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
1 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved