Pengusaha angkutan umum minta tarif disesuaikan

Jum'at, 22 Maret 2013 - 18:42 WIB
Pengusaha angkutan umum...
Pengusaha angkutan umum minta tarif disesuaikan
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah melakukan penghematan solar bersubsidi, dinilai memberatkan masyarakat kelas bawah. Banyak angkutan umum sulit mendapatkan solar murah. Terpaksa, mereka beralih ke solar non subsidi yang harganya lebih mahal. Mereka berharap masalah tarif angkutan segera disesuaikan.

Pemilik PO Maju Lancar, Adi Prasetyo mengatakan, kelangkaan solar subsidi ini terjadi merata di semua daerah. Hal ini menyulitkan para pemilik angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) sepertinya. Sebab armada yang diberangkatkan tidak mudah untuk bisa mengisi solar subsidi. Padahal jika mengisi solar non subsidi, dipastikan akan nombok.

"Kita minta agar tarif disesuaikan, karena saat ini masih menggunakan perhitungan solar subsidi," kata Adi, Jumat (22/3/2013).

Pemerintah, ujar dia, harusnya memberikan prioritas kepada angkutan massal seperti para pengusaha bus. Mereka ini bekerja untuk melayani masyarakat yang butuh moda transportasi murah. Kenyataan yang ada untuk membeli solar saja cukup sulit. subsidi yang ada banyak dinikmati kalangan menengah lainnya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan, Maju Lancar menjalin komunikasi dengan para pengelola SPBU. Cara ini terbukti ampuh untuk memenuhi kebutuhan 60 bus yang setiap hari berangkat dari Yogyakarta ke Jakarta. "Kita janjian dulu, dengan SPBU, dengan cara ini kita bisa memenuhi kebutuhan," tandasnya.

Kepala Organda DIY, Jony Sunu Pramantyo mengaku sampai saat ini belum ada langkah konkrit yang akan ditempuh organda. Rencananya hari ini, mereka akan menggelar rapat, untuk membahas solar yang langka.

Menurut dia, kebijakan pemerintah saat ini kurang tegas. Sistem penghematan penyaluran justru membuat ketersediaan solar di pasaran langka. Mungkin akan lebih baik jika pemerintah langsung menaikkan harga jual. "Lebih baik ada kenaikan harga, tetapi stok cukup," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Raup Omzet Miliaran...
Raup Omzet Miliaran Rupiah, Aksi Lintah Solar Subsidi Dihentikan Polda Banten
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Antrean Solar Bersubsidi...
Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya
Pembelian Pertalite...
Pembelian Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu di Palangka Raya, Pemkot Terbitkan Aturan Baru
Solar Subsidi Langka...
Solar Subsidi Langka di Daerah, Bos Pertamina Minta Tambahan Kuota
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
11 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
45 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved