SAS luncurkan Customer Intelligence

Senin, 27 Mei 2013 - 14:08 WIB
SAS luncurkan Customer...
SAS luncurkan Customer Intelligence
A A A
Sindonews.com - SAS, perusahaan penyedia software, layanan business analytics dan vendor independen telah meluncurkan Customer Intelligence untuk memenuhi kebutuhan software para profesional di bidang marketing.

Country Manager SAS Indonesia, Erwin Sukiato mengklaim, SAS menjadi leader dalam jasa Business Intelligence. Produk terbaru itu dapat membantu profesional marketing untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat serta memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten.

Launching produk ini didahului dengan seminar oleh kalangan para marketing bertajuk Do More Less. Dalam seminar tersebut, para pembicara mendorong para Chief Marketing Officer untuk mencari cara berinovasi dan menyeimbangkan pengukuran melalui kreativitas penggunaan teknologi marketing baru.

Menurutnya, survei adopsi marketing oleh Forrester menunjukkan, sebesar 40 persen marketer saat ini menggunakan alat manajemen campaign dengan tambahan perencanaan 16 persen untuk mengadopsi teknologi.

"Melalui produk ini, kami menawarkan kemampuan luas lintas area inti dalam marketing, yakni strategi dan perencanaan, informasi dan analitik, orkestrasi dan interaksi cross channel dan customer experience," ujarnya, Senin (27/5/2013).

Dia menuturkan, SAS memperoleh validasi analisis menjadi pemimpin dalam manajemen campaign cross-channel (Forrester 2012) dan Manajemen Marketing Terintegrasi (Gartner 2011).

"Oleh Forrester, kita memperoleh posisi pemimpin karena mendemonstrasikan kemampuan mendalam, manajemen interaksi, analitik dan integrasi cross-channel," terangnya.

Seperti diketahui, SAS merupakan perusahaan IT dari Amerika Serikat (AS). SAS masuk ke Indonesia melalui PT SAS Institut sejak 17 tahun lalu dengan konsumen pertamanya yakni, Citibank.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
5 Cara Memulihkan dari...
5 Cara Memulihkan dari Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga
Mengupas UU Penghapusan...
Mengupas UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Pandemi Covid-19 Meningkatkan...
Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Tingkatkan Kinerja,...
Tingkatkan Kinerja, Ritel Rumah Tangga Ini Terus Berinovasi
Kekinian, Cosmos Gelar...
Kekinian, Cosmos Gelar Retail Gathering Virtual di Metaverse
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Militer Dahsyat terhadap Houthi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved