Izin operasi Freeport tunggu investigasi selesai

Senin, 27 Mei 2013 - 16:44 WIB
Izin operasi Freeport...
Izin operasi Freeport tunggu investigasi selesai
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menyatakan belum mengetahui kapan PT Freeport Indonesia akan beroperasi kembali. Pasalnya, tim investigasi masih menyelidiki penyebab runtuhnya tambang bawah tanah Big Gossan, Timika Papua masih bekerja.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo mengatakan bahwa hinggi kini terdapat dua tim audit internal dan Inspektur Tambang Kementerian ESDM yang telah dibentuk oleh pemerintah untuk melakukan investigasi penyebab bencana di area tambang milik Amerika Serikat tersebut.

Proses investigasi membutuhkan waktu satu hingga dua bulan untuk mengetahui penyebab runtuhnya tambang tersebut. "Kita tunggu karena penentu kapan beroperasinya perusahaan tambang itu masih menunggu lampu hijau dari inspektur tambang," ujar Susilo di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Menurut dia, tim investigasi telah meneliti sampel batuan dolomite yang runtuh dan menimbun ruang kelas fasilitas pelatihan di tambang bawah tanah Big Gossan. Setelah itu, tim investigasi membawa batuan dolomite ke laboratorium Institute Teknologi Bandung (ITB) untuk dicari tahu penyebab terjadinya retakan dan pecahan karena batuan dolomite mempunyai sifat sangat keras.

"Penyebab robohnya masih dicari. Mungkin saja lapisan batu ada deformasi. Tapi kami tunggu hasil investigasi seperti apa," jelasnya.

Seperti telah diberitakan, peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/05) lalu. Saat tragedi itu terjadi, terdapat 38 karyawan Freeport yang mengikuti pelatihan di area tambang bawah tanah Big Gossan.

Kemudian, proses evakuasi korban insiden runtuhnya terowongan tersebut baru selesai Selasa (21/05) lalu. Tragedi ini menelan korban tewas sebanyak 28 orang tertimbun batuan, sementara lima pekerja mengalami luka berat dan lima pekerja luka ringan.

Sementara tim investigasi dibentuk yang terdiri dari tujuh peniliti, diantaranya ITB, Teknologi Minerla dan Batubara (Tekmira), Kementerian ESDM serta melibatkan Inspektur Tambang Kementerian ESDM.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
4 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
5 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
Operasi Pembongkaran...
Operasi Pembongkaran 30,16 Km Pagar Laut Tangerang Resmi Ditutup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved