Tak terawat, Rusunawa Depok belum layak huni

Kamis, 04 April 2013 - 17:17 WIB
Tak terawat, Rusunawa...
Tak terawat, Rusunawa Depok belum layak huni
A A A
Sindonews.com - Kota Depok akan mulai mengoperasikan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) tahun ini. Sejak gedung tersebut selesai dibangun pada 2007, rusunawa yang digadang rumah layak huni bagi masyarakat miskin itu ternyata tidak sesuai.

Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Rusunawa Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Ade Rizal mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, kabar dari Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menyatakan pengoperasian rusun akan dilakukan sebagian dulu.

"Sesuai instruksi Wali Kota akan dibuka pada 27 April 2013. Kami operasikan dulu lantai I dan II, yang penting orang bisa masuk dulu," kata Ade di Rusunawa Depok, Jalan Banjaran Pucung, Cilangkap, Tapos, Depok, Kamis (04/04/2013).

Rusunawa tersebut sebenarnya dibangun mulai 2003 lalu oleh Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Rusunawa itu berdiri di atas tanah seluas 1 hektar dengan tiga menara empat lantai. Setiap menara masing-masing memiliki 96 kamar. Namun, setelah selesai pembangunan pada 2007, tiga bangunan itu tidak diperhatikan.

"Sebenarnya kalau siap sih belum. Siapnya hanya dalam arti instalasi air dan listrik. Tapi karena sudah mangkrak puluhan tahun, ya sudah (dibuka saja dulu)," ujarnya.

Ade menjelaskan, setiap lantai menara memiliki dua deret kamar yang masing-masing deretannya terdapat 12 kamar. "Artinya ada 24 kamar di satu lantai," katanya.

Sementara, ukuran kamarnya seragam yaitu 7x3 meter persegi dengan rincian, 3x5 untuk ruang tamu dan 3x2 untuk toilet dan dapur.

Sebenarnya, lantai satu dan dua menara I Rusunawa itu sudah mulai di-booking. Sampai saat ini sudah ada 20-30 kamar yang terisi dari 48 kamar yang telah di-booking. Menurut Ade, saat ini belum ditetapkan secara resmi tentang persyaratan penyewanya.

"Untuk sekarang yang penting KTP dan KK dulu, orang yang bekerja di Depok juga bisa," ungkapnya.

Kedepan, kata Ade, akan dibuat aturan khusus siapa saja yang bisa menyewa Rusunawa itu dengan memprioritaskan masyarakat miskin dan buruh. Sementara, untuk harga sewa per kamarnya akan disesuaikan dengan lantai dengan selisih Rp25 ribu rupiah setiap lantai. Kamar di lantai I seharga Rp250 ribu per kamar, lantai II Rp225 ribu, lantai III Rp200, dan lantai IV Rp175 ribu.

Menurut Ade, harga itu sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 68 tahun 2011 tentang retribusi pemanfaatan kekayaan daerah. "Tapi harga itu di luar (pembayaran) listrik dan air," jelasnya.

Salah seorang penghuni Rusunawa, Nani Winandri (46) mengatakan, ia terpaksa menghuni Rusun itu karena pendapatan suaminya tidak mencukupi untuk membayar kontrakan lain.

"Suami saya kan hanya tukang ojek, sebenarnya Rusunawa ini belum siap pakai. Soalnya, air untuk mandi dan keperluan rumah tangga hanya bisa diisi dua hari sekali karena pompa air masih belum maksimal. Kadang-kadang saya mandi di Masjid di luar Rusunawa jika air tidak ada," jelasnya.

Selain itu, Nani yang tinggal di lantai II menara I Rusunawa itu baru memiliki tiga orang tetangga. Hal itu membuat dia kerap ketakutan jika suaminya terlambat pulang di malam hari.

"Kalau malam takut tinggal karena suasana sepi dan penerangan minim, apalagi akses kendaraannya juga susah di perkampungan," tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alternatif Hunian Murah,...
Alternatif Hunian Murah, Ribuan Hunian di Rusunawa Pasar Rumput Siap Dihuni, Segini Harga Sewanya
Pj Gubernur Heru Tanggapi...
Pj Gubernur Heru Tanggapi soal Pegawai Rusunawa Marunda Diduga Terlibat Penjarahan: Harus Ditindak Tegas Nggak Ada Cerita
Ups! Ada Dugaan Pungli...
Ups! Ada Dugaan Pungli di Rusunawa Lette dan Panambungan
Rencana Penambahan Rusunawa...
Rencana Penambahan Rusunawa Sasar Wilayah Antang dan Tallo
Basuki-Erick Duet Bangun...
Basuki-Erick 'Duet' Bangun Rusun Tiga Tower di Rawa Buntu
Hasil Investigasi Pungli...
Hasil Investigasi Pungli Rusunawa Lette dan Panambungan Ada di Tangan Kadis Perumahan
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
50 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved