Bangun infrastruktur gas jangan tunggu persediaan
Jum'at, 12 April 2013 - 15:02 WIB
Bangun infrastruktur gas jangan tunggu persediaan
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai langkah mendorong pembangunan dan pemerataan jaringan pipa gas di seluruh wilayah Indonesia, Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengajak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berpikir 20 tahun ke depan.
Pernyataan SKK Migas tersebut sekaligus menjawab permasalahan keterbatasan pasokan gas bumi menjadi kendala pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas.
"Pasokan gas kan mikirnya 20 tahun, kalau PGN berpikir hari ini memang tidak ada tambahan. Tapi kan harus berpikirnya 20 tahun kedepan," terang Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Kendati demikian, dia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur terutama jaringan pipa gas memang bukan perkara mudah. Namun demikian dirinya mengharapkan agar tantangan belum adanya ketersediaan gas di suatu daerah jangan dijadikan alasan untuk tidak membangun jaringan pipa di daerah tersebut.
"Gas sedikit, tugas industri pipanisasi gas itu memang sangat berat, no doubt (tidak diragukan). Tapi jangan itu yang dipakai sebagai alasan bahwa PGN harus mendapat dulu kepastian suplai dan sebagainya (baru membangun pipa gas)," tegas Rudi.
Sebelumnya, PGN mengaku keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala utama dalam menyediakan alternatif bahan bakar murah bagi masyarakat, yakni gas bumi.
Direktur Pengusahaan PGN, Jobi Triananda menerangkan, ketersediaan jaringan pipa transmisi gas bumi di tanah air masih belum bisa mengimbangi permintaan maupun pemerataan distribusi gas di tanah air. Diketahui, belum seluruh wilayah di Indonesia dijangkau oleh jaringan penyaluran gas.
"Hal ini berbeda sekali dengan di Inggris, infrastruktur jaringan pipa gas sudah terintegrasi dari tiap-tiap kota. Dan itu juga karena jadi energi primer untuk musim winter," ujar Jobi.
Pernyataan SKK Migas tersebut sekaligus menjawab permasalahan keterbatasan pasokan gas bumi menjadi kendala pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas.
"Pasokan gas kan mikirnya 20 tahun, kalau PGN berpikir hari ini memang tidak ada tambahan. Tapi kan harus berpikirnya 20 tahun kedepan," terang Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Kendati demikian, dia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur terutama jaringan pipa gas memang bukan perkara mudah. Namun demikian dirinya mengharapkan agar tantangan belum adanya ketersediaan gas di suatu daerah jangan dijadikan alasan untuk tidak membangun jaringan pipa di daerah tersebut.
"Gas sedikit, tugas industri pipanisasi gas itu memang sangat berat, no doubt (tidak diragukan). Tapi jangan itu yang dipakai sebagai alasan bahwa PGN harus mendapat dulu kepastian suplai dan sebagainya (baru membangun pipa gas)," tegas Rudi.
Sebelumnya, PGN mengaku keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala utama dalam menyediakan alternatif bahan bakar murah bagi masyarakat, yakni gas bumi.
Direktur Pengusahaan PGN, Jobi Triananda menerangkan, ketersediaan jaringan pipa transmisi gas bumi di tanah air masih belum bisa mengimbangi permintaan maupun pemerataan distribusi gas di tanah air. Diketahui, belum seluruh wilayah di Indonesia dijangkau oleh jaringan penyaluran gas.
"Hal ini berbeda sekali dengan di Inggris, infrastruktur jaringan pipa gas sudah terintegrasi dari tiap-tiap kota. Dan itu juga karena jadi energi primer untuk musim winter," ujar Jobi.
(gpr)
Lihat Juga :