Menko Kesra: Subsidi salah sasaran ancam perekonomian

Senin, 15 April 2013 - 15:53 WIB
Menko Kesra: Subsidi...
Menko Kesra: Subsidi salah sasaran ancam perekonomian
A A A
Sindonews.com - Pemerintah akan segera menentukan langkah untuk menghindari berlebihnya beban fiskal akibat pemborosan anggaran dan ketidaktepatan sasaran subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono menilai, pemborosan anggaran yang terjadi serta ketidaktepatan sasaran subsidi telah sejak lama menjadi ancaman utama bagi perekonomian Indonesia.

Ia menambahkan, boleh jadi, kebijakan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan salah satu bentuk langkah yang strategis. Dan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan bentuk kompensasi terkait rencana pengurangan subsidi BBM.

"Hingga saat ini masih terus dimatangkan," kata Agung Laksono dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/4/2013).

Menurutnya, terdapat beberapa opsi terkait bentuk kompensasi yang akan dipilih jika harga BBM jadi dinaikkan. "Opsinya bisa saja bantuan langsung tunai, atau dengan menambahkan berbagai program-program penanggulangan kemiskinan yang telah ada, dan memperluas cakupan peserta atau meningkatkan dana program dan lain sebagainya," paparnya.

Ia mencontohkan sejumlah program penanggulangan kemiskinan yang ditingkatkan baik dari sisi anggaran dan pesertanya, misalnya beasiswa sekolah, Jaminan Persalinan Gratis, Jaminan Kesehatan Masyarakat, dan Program Keluarga Harapan.

Selain bentuk hibah dari pemerintah kepada pada rakyat miskin tersebut, lanjut Agung, kompensasi BBM bersubsidi juga akan diberikan untuk pengembangan energi baru dan terbarukan.

"Jika anggaran tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan sektor keenergian atau peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya, maka manfaatnya akan lebih dapat dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa subsidi BBM saat ini telah membebani kemampuan fiskal pemerintah dan dinilai tidak tepat sasaran, mengingat sebagian besar dinikmati oleh kalangan mampu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
2 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
2 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
3 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
3 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
3 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved