DPR dukung kebijakan premium dua harga
Jum'at, 19 April 2013 - 17:44 WIB
DPR dukung kebijakan premium dua harga
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie mendukung rencana pemerintah yang akan menerapkan dua harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi asal mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
"Inikan domainnya pemerintah. Bagi DPR silakan untuk lakukan penyesuaian sepanjang mempertimbangkan masyarakat yang kena dampak ini. Khususnya masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/4/2013).
Menurut Marzuki, pemerintah harus memikirkan solusi bagi masyarakat. Karena yang tadinya hampir miskin, karena kenaikan harga BBM jadi tambah miskin.
"Tetapi pemerintah harus pikirkan jangka panjang daripada pembangunan. Kalau habis hanya untuk subsidi saja, maka pembangunan infrastruktur tertinggal. Tahun ini saja subsidi sudah hampir 25 persen dari APBN kita, sudah hampir Rp350 triliun," jelasnya.
Jika ini dibiarkan terus, lanjut Marzuki, tidak baik bagi fiskal APBN. Artinya, kenaikan harus dilakukan dalam situasi yang tepat. "Jangan sampai yang menikmati BBM murah justru orang-orang kaya. Oleh karena itu pemerintah harus tepat dalam menaikkan harga BBM itu. Jangan sampai rakyat kecil terabaikan," pungkasnya.
"Inikan domainnya pemerintah. Bagi DPR silakan untuk lakukan penyesuaian sepanjang mempertimbangkan masyarakat yang kena dampak ini. Khususnya masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/4/2013).
Menurut Marzuki, pemerintah harus memikirkan solusi bagi masyarakat. Karena yang tadinya hampir miskin, karena kenaikan harga BBM jadi tambah miskin.
"Tetapi pemerintah harus pikirkan jangka panjang daripada pembangunan. Kalau habis hanya untuk subsidi saja, maka pembangunan infrastruktur tertinggal. Tahun ini saja subsidi sudah hampir 25 persen dari APBN kita, sudah hampir Rp350 triliun," jelasnya.
Jika ini dibiarkan terus, lanjut Marzuki, tidak baik bagi fiskal APBN. Artinya, kenaikan harus dilakukan dalam situasi yang tepat. "Jangan sampai yang menikmati BBM murah justru orang-orang kaya. Oleh karena itu pemerintah harus tepat dalam menaikkan harga BBM itu. Jangan sampai rakyat kecil terabaikan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :