Pengendalian impor hortikultura positif untuk buah lokal

Selasa, 23 April 2013 - 14:33 WIB
Pengendalian impor hortikultura...
Pengendalian impor hortikultura positif untuk buah lokal
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IV DPR RI Ma’mur Hasanuddin mengatakan, dampak dari pengendalian impor hortikultura telah menumbuhkan dan kenaikan buah lokal di pasaran.

"Kekhawatiran bahwa buah lokal tidak dapat menggantikan buah impor dan pasokan kurang ternyata tidak terjadi, potensi ini perlu di dukung dengan tata niaga yang sehat," kata Ma'mur dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (23/24/2013).

Menurutnya pertumbuhan buah lokal mulai tinggi di berbagai daerah oleh konsumen, situasi ini menunjukan bahwa buah lokal mampu menggantikan permintaan akan buah impor. Keadaan ini cukup positif untuk petani dan produsen lokal, untuk itu pemerintah harus tetap memelihara iklim kondusif ini.

Pemerintah memperketat impor hortikultura melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60 Tahun 2012 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura. Pemerintah membatasi impor sebanyak 20 komoditas, tujuh di antaranya produk holtikultura. Sebanyak 13 produk hortikultura lainnya dilarang masuk untuk sementara, yakni kentang, kubis, wortel, cabe, nanas, melon, pisang, mangga, pepaya, durian, krisan, anggrek, dan heliconia.

Ma’mur menambahkan, surutnya pasokan buah impor membuat buah lokal mulai mendominasi pasaran. Jika dulu antara buah impor dan buah lokal di pasaran tidak sebanding, sekarang peredaran buah lokal mencapai 80 persen sedangkan buah impor hanya 20 persen. Kondisi positif ini seharusnya di dukung oleh pedagang dan konsumen buah, mengingat sektor hortikultura memberikan dampak ekonomi yang besar.

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) hortikultura terus meningkat dari tahun ke tahun. Angka PDB hortikultura tahun 2005 sebesar Rp61,792 miliar meningkat menjadi Rp88.334 miliar pada tahun 2010. Adapun PDB terbesar di sumbang dari komoditas buah, disusul sayuran, bunga hias dan tanaman obat.

Selain peningkatan PDB akan geliat buah lokal akan membuka lapangan kerja yang semakin banyak, sepanjang 2004–2009 tenaga kerja yang bergerak di bidang on farm hortikultura meningkat dari 2.924.487 orang menjadi 3.974.898 orang, atau terjadi peningkatan sebesar 35 persen selama 5 tahun terakhir.

“Perkembangan buah lokal akan mendorong ekonomi pedesaan dan menggerakan sektor riil di masyarakat, mengingat basis utama sektor hortikultura di desa dan daerah agraria”. tegas Ma’mur.

Dalam perdagangan luar negeri penetrasi produk hortikultura Indonesia masih sangat lemah. Dalam 2005–2009 defisit neraca perdagangan hortikulktura meningkat dari USD143,71 juta menjadi USD703,91 juta atau peningkatan defisit rata-rata 56,50 persen per tahun. Peningkatan defisit perdagangan hortikultura ini karena laju peningkatan impor produk hortikultura lebih tinggi dibanding laju peningkatan ekspor hortikultura.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persoalan Jatah Pengurusan...
Persoalan Jatah Pengurusan Impor Bukan Hal Baru, Terus Dikeluhkan Pengusaha
Aseibssindo Minta Pemerintah...
Aseibssindo Minta Pemerintah Tetapkan Kebijakan Relaksasi Impor Produk Buah dan Sayur
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Produk Pestisida dan...
Produk Pestisida dan Pupuk Ramah Lingkungan Disiapkan Nara Kupu Village
Ini 5 Manfaat Makan...
Ini 5 Manfaat Makan Banyak Buah dan Sayuran Berwarna Hijau
Berita Terkini
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
11 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
34 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
59 menit yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
1 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
2 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved