Solar dibatasi, nelayan Sidoarjo tak melaut

Rabu, 24 April 2013 - 14:24 WIB
Solar dibatasi, nelayan...
Solar dibatasi, nelayan Sidoarjo tak melaut
A A A
Sindonews.com - Dampak pembatasan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Jawa Timur (Jatim) juga dirasakan nelayan di Sidoarjo. Mereka terpaksa tidak melaut karena kesulitan mencari solar untuk bahan bakar perahu.

Sejumlah agen solar yang biasanya menyuplai kebutuhan BBM untuk nelayan kuotanya terbatas. Walaupun masih tersedia, namun pembeliannya dibatasi paling banyak 10 liter.

"Kalaupun ada, kita biasanya dijatah hanya lima liter. Jarang yang bisa membeli solar sampai 10 liter," ujar Saiful Anam, Ketua Kelompok Nelayan Putra Samudera, Sedati, Sidoarjo, Rabu (24/4/2013).

Nelayan yang tidak mendapat solar terpaksa menambatkan perahu karena tidak bisa melaut. Jika saat solar masih normal, nelayan bisa setiap hari melaut. Bahkan, mereka bisa melaut dengan jarak cukup jauh.

Kini, karena BBM terbatas, mereka hanya melaut ke areal yang cukup dekat dan harus memperkirakan solar apakah mencukupi atau tidak. "Paling jauh kini kita hanya sampai diperairan kawasan Kenjeran, Surabaya saja. Kalau terlalu jauh takut solar tidak cukup," ujarnya.

Saiful mengatakan, untuk harga solar di agen dan eceran masih Rp5.000 per liter atau lebih mahal dari harga SPBU. Namun, disejumlah agen ada yang menjual dengan harga Rp5.500, karena stoknya terbatas.

Bagi nelayan, selisih harga Rp500 saja tidak masalah, daripada tidak mendapatkan bahan bakar dan tidak bisa melaut. "Kalau di kelompok nelayan Putra Samudra anggotanya 57 orang, biasanya mereka nelayan kerang," katanya.

Dia menuturkan, terbatasnya solar sangat berpengaruh pada nelayan. Jika mereka setiap hari bisa melaut, kini kadang dua hari sekali karena kesulitan mencari solar. Nelayan tidak tahu sampai kapan mereka bisa kembali normal melaut.

Kondisi serupa juga dirasakan nelayan kerang di Desa Bluru, Kecamatan Sidoarjo. Terbatasnya solar membuat mereka mengurangi aktifitas melaut. Apalagi, untuk melaut BBM yang dibutuhkan cukup banyak karena lokasi mencari kerang cukup jauh. "Paling tidak dalam sehari butuh 10 liter. Tapi kalau solar terbatas kita tidak bisa melaut," ujar salah satu nelayan di daerah tersebut, Slamet.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Solar Langka, Nelayan...
Solar Langka, Nelayan di Maros Terpaksa Libur Melaut
Sorong Krisis BBM, Pertamina...
Sorong Krisis BBM, Pertamina Bantah dan Minta Warga Tak Panik
Kelangkaan BBM di Balikpapan,...
Kelangkaan BBM di Balikpapan, Pertamina Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya
Solar di Gresik Kosong,...
Solar di Gresik Kosong, Nelayan dan Petani Kelimpungan
Antrean Panjang Solar...
Antrean Panjang Solar Bersubsidi Picu Kemacetan, Pertamina Bilang Begini
Berita Terkini
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
13 menit yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
9 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
11 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
13 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
14 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
15 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved