Kemenkeu belum bisa tentukan besaran impor BBM
Kamis, 25 April 2013 - 14:17 WIB
Kemenkeu belum bisa tentukan besaran impor BBM
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Anny Ratnawati belum bisa menentukan soal berapa besar impor bahan bakar minyak (BBM) setelah pemerintah menerapkan dua harga BBM bersubsidi.
Pihaknya mengaku menunggu kebijakan pemerintah terkait impor BBM tersebut. "Pilihan policy mana yang akan diputuskan nanti oleh pemerintah, Kemenkeu akan melihatnya," ujar dia kepada Sindonews di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/4/2013).
Menurut dia, yang paling penting pihaknya akan menjaga defisit APBN agar tidak lebih dari 2,4 persen. Sehingga ketika terjadi defisit dan diakumulasikan dengan daerah tidak lebih dari tiga persen.
"Prinsipnya yang dipegang adalah bahwa kemenkeu menjaga defisit APBN tidak lebih dari 2,4 persen. Sehingga nanti kalau dijumlah dengan daerah dia tidak lebih dari 3 persen," katanya.
Anny menjelaskan, terkait angka impor BBM yang aman bagi anggaran negara, pihaknya akan merespon keputusan pemerintah untuk dikaji secara lanjut.
"Berapa angka-angkanya tergantung keputusan akhir yang ditempuh pemerintah. kita tunggu saja," pungkas Anny.
Pihaknya mengaku menunggu kebijakan pemerintah terkait impor BBM tersebut. "Pilihan policy mana yang akan diputuskan nanti oleh pemerintah, Kemenkeu akan melihatnya," ujar dia kepada Sindonews di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/4/2013).
Menurut dia, yang paling penting pihaknya akan menjaga defisit APBN agar tidak lebih dari 2,4 persen. Sehingga ketika terjadi defisit dan diakumulasikan dengan daerah tidak lebih dari tiga persen.
"Prinsipnya yang dipegang adalah bahwa kemenkeu menjaga defisit APBN tidak lebih dari 2,4 persen. Sehingga nanti kalau dijumlah dengan daerah dia tidak lebih dari 3 persen," katanya.
Anny menjelaskan, terkait angka impor BBM yang aman bagi anggaran negara, pihaknya akan merespon keputusan pemerintah untuk dikaji secara lanjut.
"Berapa angka-angkanya tergantung keputusan akhir yang ditempuh pemerintah. kita tunggu saja," pungkas Anny.
(izz)
Lihat Juga :