Pengembang properti Bogor-Depok banyak yang nakal

Kamis, 25 April 2013 - 17:18 WIB
Pengembang properti...
Pengembang properti Bogor-Depok banyak yang nakal
A A A
Sindonews.com - Sektor properti di wilayah pinggiran Jakarta seperti Bogor dan Depok terus berkembang pesat. Bahkan banyak pengembang yang tak segan-segan melanggar asas lingkungan saat mengerjakan proyek pembangunan.

Salah satunya yakni dengan tidak mempedulikan batas Garis Sempadan Sungai (GSS) yang terus diurug. Bahkan banyak pula pengembang yang membuang limbah ke sungai tanpa adanya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tarsoen Waryono mengatakan, banyak pengembang dari mulai Kabupaten Bogor hingga wilayah Citayam dan Depok nakal. Banyak dari mereka merusak habitat lingkungan dan daerah konservasi, salah satunya Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

"Tak usah jauh-jauh lihat sampai kota, itu benar-benar dari Kabupaten Bogor sampai Depok banyak pengembang perumahan nakal dan ngaco. Dulu tahun 1995-1997 masih ada kera ekor panjang, kini punah karena habitatnya dirusak. Kalau ada hak asasi manusia kenapa enggak ada hak asasi binatang," ujarnya kepada wartawan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (26/04/2013).

Ia menegaskan, dengan adanya prona dan sertifikasi yang dimiliki warga bantaran Ciliwung, bio pepohonan pun mulai ditebang. Padahal, kata Tarsoen, pohon yang ada di Jakarta, Depok, dan Bogor jenisnya berbeda-beda.

"Tumbuh di pinggir sungai, punya jenis spesifik bisa menahan air. Pemukiman belum terlalu banyak. Tapi pengembang terlalu jahat dengan membangun di pinggir bantaran lalu membuang limbah tanpa IPAL," tegasnya.

Tarsoen menyebut, pengembang di wilayah Depok dan Bogor sama nakalnya. Ia menghitung, lebih dari 25 pengembang di sepanjang Depok dan Bogor telah merusak lingkungan.

"Plus minus 25 sampai Depok. Kalau Jakarta beda lagi, itu liar penghuninya. Kerja sama dengan Satpol PP urun rembug sebaiknya secara terus menerus dilakukan. Harus keras dan tegas. Ciliwung itu sungai spesifik yang terbentuk peristiwa Vulkanik, dan para pengembang itu sama nakalnya," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
10 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved