IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 4.953-4.976
Jum'at, 26 April 2013 - 07:58 WIB
IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 4.953-4.976
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memproyeksikan, pada perdagangan Jumat (26/4/2013), indeks harga saham gabungan (IHSG) akan berada pada support 4.953-4.976 dan resistance 5008-5020.
Berpola menyerupai hammer masih di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba bertahan dari laju downreversal.
"Setelah IHSG turun di bawah target support kami (4.976), akhirnya dapat ditutup di atas tipis target support atas (4.994), tapi level tertinggi pun belum menggapai target resistence (5020)," terang Reza, Jumat (26/4/2013).
Pergerakan kemungkinan masih akan terkonsolidasi dan akan mudah terkoreksi jika bursa saham AS dan Eropa mulai berbalik arah. "Tampaknya kenaikan sebelumnya gagal testing resistence," ujarnya.
Pada perdagangan kemarin, mulai variatifnya bursa saham Asia memengaruhi laju IHSG yang sejak awal hingga akhir sesi cenderung mengalami koreksi. "Apalagi sebelumnya, bursa saham AS juga bergerak variatif, di mana DJIA berlawanan arah melemah dibandingkan indeks saham AS lainnya yang positif," terang Reza.
Menurutnya, pelaku pasar cenderung kembali melakukan aksi jual, terutama asing yang kembali banyak melepas posisi.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5016,04 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.962,44 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.994,52. Volume perdagangan dan nilai total transaksi na
Berpola menyerupai hammer masih di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba bertahan dari laju downreversal.
"Setelah IHSG turun di bawah target support kami (4.976), akhirnya dapat ditutup di atas tipis target support atas (4.994), tapi level tertinggi pun belum menggapai target resistence (5020)," terang Reza, Jumat (26/4/2013).
Pergerakan kemungkinan masih akan terkonsolidasi dan akan mudah terkoreksi jika bursa saham AS dan Eropa mulai berbalik arah. "Tampaknya kenaikan sebelumnya gagal testing resistence," ujarnya.
Pada perdagangan kemarin, mulai variatifnya bursa saham Asia memengaruhi laju IHSG yang sejak awal hingga akhir sesi cenderung mengalami koreksi. "Apalagi sebelumnya, bursa saham AS juga bergerak variatif, di mana DJIA berlawanan arah melemah dibandingkan indeks saham AS lainnya yang positif," terang Reza.
Menurutnya, pelaku pasar cenderung kembali melakukan aksi jual, terutama asing yang kembali banyak melepas posisi.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5016,04 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.962,44 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.994,52. Volume perdagangan dan nilai total transaksi na
(izz)
Lihat Juga :