Kemenpera diminta tak pangkas belanja modal

Jum'at, 31 Mei 2013 - 11:30 WIB
Kemenpera diminta tak...
Kemenpera diminta tak pangkas belanja modal
A A A
Sindonews.com - Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk mengurangi backlog perumahan dengan cara tidak melakukan pemotongan belanja modal untuk progam perumahan swadaya.

Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz sebelumnya mengatakan bahwa akan melakukan penghematan atau pemotongan dari dana blokir, output cadangan dan optimalisasi. Pemotongan dilakukan sesuai dengan saran dari surat Kementerian Keuangan yang mencapai Rp443 miliar. Setelah terjadi pemotongan, maka pagu Kemenpera menjadi Rp4,7 triliun.

Anggota Komisi V DPR RI, Rendi Lamajido mengingatkan bahwa meskipun ada penghematan, tidak boleh memotong belanja modal. Menurut dia, tidak seharusnya Kemenpera mengikuti Kementerian Keuangan karena backlog perumahan yang terjadi saat ini luar biasa. Sementara di satu sisi, anggaran akan dipotong.

"Perumahan merupakan kebutuhan mendesak, maka dibutuhkan anggaran yang besar. Jadi, harus realistis," kata Rendi dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Anggota Komisi V DPR RI lainnya Epyardi Asda berpendapat bahwa pemotongan anggaran untuk program swadaya seharusnya tidak dilakukan. Namun, jika terjadi pemotongan, diharapkan diluar konteks kesepakatan bersama.

"Karena apabila terjadi pemotongan terhadap belanja modal akan mengganggu kinerja. Terlebih perumahan saat ini terjadi backlog yang sangat tinggi," terang Epyardi.

Sementara kesimpulan dari Rapat Kerja tersebut, diantaranya memutuskan bahwa Komisi V DPR RI sepakat untuk memprioritaskan pemotongan alokasi anggaran pada belanja barang nonoperasional nonprioritas, anggaran yang terblokir, output cadangan, perjalanan dinas, honorarium, seminar, rapat di luar kantor, sisa dana swakelola sebagai sumber pemenuhan pemotongan anggaran sesuai dengan kriteria.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peserta Tapera Ditarget...
Peserta Tapera Ditarget Capai 13 Juta Dalam 5 Tahun
Aturan Investasi Dana...
Aturan Investasi Dana Tapera Harus Transparan
Singapura Sejak 1950...
Singapura Sejak 1950 dan China 90-an, Tabungan Perumahan Rakyat Baru Mulai di RI
3 Opsi Apartemen Ekslusif...
3 Opsi Apartemen Ekslusif dengan Pemandangan Laut Lepas di Indonesia
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved