IHSG diproyeksi kembali terkoreksi

Senin, 03 Juni 2013 - 08:42 WIB
IHSG diproyeksi kembali...
IHSG diproyeksi kembali terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya hampir tak punya kesempatan untuk menguat pada awal perdagangan pekan ini karena secara teknikal indeks mencatatkan potensi kejatuhan lanjutan yang lebih dalam dari sebelumnya.

Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memproyeksikan bahwa IHSG membentuk pola two black crows mengindikasikan lanjutan kejatuhan di hari Senin, dengan kisaran 5.013-5.122.

"Mundurnya penerapan kenaikan BBM bersubsidi serta kejatuhan rupiah atas USD menjadi faktor terjungkalnya IHSG selama minggu lalu sebesar 86,46 poin (1,67 persen) dan diiringi net sell asing Rp3,28 triliun miliar, sehingga selama 22 minggu total net buy asing turun menjadi Rp12,25 triliun," kata Edwin, Senin (3/6/2013).

Perdagangan di Bursa Indonesia minggu ini hanya empat hari, dimana Senin diawali rilis data Exim dan inflasi bulan Mei yang diharapkan terjadi deflasi kembali seperti bulan April terjadi deflasi 0,1 persen membuat inflasi tahun takwim tercatat 2,32 persen dan inflasi (yoy) tercatat tinggi 5,57 persen.

Setelah Jumat Dow terjungkal 208,96 poin (1,36 persen) dibarengi dengan penurunan selama minggu lalu sebesar 187,53 poin (1,22 persen) ditengah beragamnya data ekonomi yang ada.

Adapun data ekonomi tersebut antara lain, consumer spending April yang turun pertama kali selama 1 tahun serta naiknya consumer sentiment Mei menjadi 84,5, tertinggi sejak 2007.

Ada juga perihal indeks manufacturing Mei naik melebihi ekspektasi awal. Maka, minggu ini data ekonomi yang akan dirilis cukup berat, dan agak dilema karena jika hasil bagus, maka ada persepsi paket stimulus lebih cepat dihentikan.

Adapun, data ekonomi yang dirilis, seperti ISM Manufacturing, Markit US PMI Final, Construction Spending (Senin); IBD/TIPP Economic Optimism (Selasa); ADP Employment, Building Permits, Factory Orders (Rabu); Challenger Job Cuts (Kamis) dan Change in NFP (Jumat).

Perdebatan penghentian paket stimulus AS, naiknya yield 10 tahun JGB mencapai 1 persen, menyempitnya disparitas margin high yield dividen stocks, obligasi AS tenor 10 tahun serta mengecewakannya data ekonomi Jerman menjadi pendorong kejatuhan Bursa Regional minggu lalu, seperti Nikkei 837,91 poin (5,73 persen), HSI 226,51 poin (1 persen) dan STI 81 poin (2,41 persen).

Kondisi demikian kemudian juga mendorong kejatuhan harga beberapa komoditas, seperti minyak 2,3 persen dan timah 0,53 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
Ditutup di Zona Hijau,...
Ditutup di Zona Hijau, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
17 menit yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
29 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
52 menit yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved