Pengusaha batu bara akan alihkan pasar ekspor

Senin, 03 Juni 2013 - 12:19 WIB
Pengusaha batu bara...
Pengusaha batu bara akan alihkan pasar ekspor
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa belum ada kepastian terkait larangan impor batu bara dengan kalori rendah (low rank coal) ke China. Namun, para pengusaha batu bara tidak takut jika larangan tersebut diberlakukan.

Direktur Eksekutif APBI Supriatna Sahala mengatakan, jika larangan itu diberlakukan, maka ekspor akan dialihkan ke beberapa negara, seperti Pakistan, Srilanka, India dan negara-negara Asean lainnya. Dia optimistis produsen batu bara Indonesia bisa menjajaki pasar di luar China

"Dampak ke pasar pasti ada tapi tidak siginifikan. Kita bisa diversifikasi ke beberapa negara," kata dia saat ditemui dalam acara CoalTrans Asia 2013, di Nusa Dua Bali, Senin (3/6/2013).

Pengaruh itu, dia menjelaskan karena ekspor batu bara Indonesia ke China mencapai 90 juta ton, dimana setengahnya didominasi oleh batu bara berkalori rendah. "Jadi, diperkirakan kehilangan 40 hingga 45 juta ton," kata dia.

Menurut Supriatna, permintaan batu bara dengan kalori rendah masih memiliki prospek cukup cerah. Pasalnya, ekspor setiap negara tergantung jarak dan kualitasnya.

Negeri Tirai Bambu, kata Supriatna, mengonsumsi batu bara sekitar 3,4 miliar ton per tahun. Sedangkan untuk produksi hanya 3,2 miliar ton. "Perkiraannya, per tahun mengalami defisit hingga 200 juta ton batu bara," jelas dia.

Di tempat yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan setiap negara mempunyai kebijakan yang berbeda terkait impor batu bara. Jika China melarang impor, maka harus dialihkan pasar lain seperti Korea, Jepang, India.

"Pasar kita bukan cuma satu, kita cari pasar yang lain dan kita punya pasar domestik. Ini sebenarnya yang harus ditingkatkan," kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanpa DMO Batu Bara,...
Tanpa DMO Batu Bara, Industri Semen hingga Tekstil Bakal Sempoyongan
ESDM Tolak Rencana Produksi...
ESDM Tolak Rencana Produksi Batu Bara 51 Perusahaan Sebanyak 7,8 Juta Ton
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved