Panic buying sebabkan kelangkaan elpiji 12 Kg

Sabtu, 08 Juni 2013 - 16:14 WIB
Panic buying sebabkan...
Panic buying sebabkan kelangkaan elpiji 12 Kg
A A A
Sindonews.com - Hiswana Migas Kota Depok mengakui adanya keterlambatan distribusi gas elpiji 12 kilogram (kg). Namun hal itu bukan disebabkan tersendatnya pengiriman tabung dari pihak Pertamina.

Ketua Hiswana Migas Kota Depok, Muhammad Athar Susanto mengatakan, bahwa distribusi gas 12 kg tersebut dari agen ke pengecer tetap normal sesuai permintaan yang sudah ditetapkan. Namun karena adanya pembelian mendadak atau panic buying di sejumlah tempat di Depok membuat terkesan gas 12 kg susah dicari.

"Ini isu lama. Kuota pengecer itu sudah ditetapkan bersama. Jadi ketika pengecer kehabisaan gas 12 kg dalam sehari, harus menunggu kiriman lagi. Agen juga kan dikirim dari Pertamina sesuai kuota yang sudah ditetapkan. Jadi harus menunggu. Kalau terlambat beberapa jam wajar mungkin macet di jalan. Tapi jika lapor ke kami pasti akan dipasok," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (8/6/2013).

Athar mengaku pihaknya sudah melakukan operasi pasar untuk gas 12 kg. Sementara pasokan gas 3 kg, kata Athar, kondisinya aman bahkan hingga tiga hari ke depan.

Tak hanya itu, munculnya produk gas baru dari Pertamina berupa bright gas (12 kg) dan ease gas (9-14 kg) berdampak terhadap sulitnya konsumen menengah ke atas membeli tabung gas biru 12 kg. Namun Athar membantah jika sulitnya memperoleh tabung gas biru 12 kg karena strategi Pertamina.

"Tidak, Pertamina tidak salah. Sulitnya konsumen memperoleh gas 12 kg itu akibat panic buying dari masyarakat. Hal itu berdampak pengecer kehabisan gas 12 kg dalam waktu yang cepat," tegasnya.

Athar menyarankan kepada konsumen gas menengah ke atas untuk beralih ke gas bright dan ease gas jika kesulitan memperoleh gas 12 kg tabung biru. Untuk bright gas harganya Rp90 ribu dan ease gas Rp115 ribu. Di Depok gas tersebut sudah disebarkan di bawah 20 ribu tabung.

"Mudah kok, bawa saja gas 12 kg tabung biru, kemudian ditukarkan ke bright dan ease ke pengecer. Harganya sudah ditetapkan," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
3 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved