IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.525-4.865
Rabu, 12 Juni 2013 - 08:08 WIB
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.525-4.865
A
A
A
Sindonews.com - Pelemahan yang terus menerus terjadi pada bursa lokal, secara teknikal tampaknya masih belum akan mereda. Namun bursa yang didorong optimisme investor dalam negeri diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga pelemahan yang terjadi dapat bersifat terbatas.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.525-4.593 dan resistance 4.792-4.865," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (12/6/2013).
Berpola menyerupai three black crows di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih di area oversold.
"Ini sudah ketiga kalinya target support kami ditembus. Secara teknikal belum ada tanda-tanda untuk upreversal, namun kita berharap tekanan jual yang terjadi mulai terbatas, sehingga tidak menambah keterpurukan IHSG
yang sudah kelewat oversold," tandasnya.
Menilik perdagangan kemarin, masih derasnya tekanan jual asing membuat IHSG terhempas. "Bahkan target support kami (4.700-4.764) jauh dilewatinya. Pelaku pasar semakin tidak nyaman dengan kondisi yang ada, sehingga banyak melakukan aksi jual," kata Reza.
Kondisi makroekonomi yang dirasa semakin tidak kondusif akhirnya membuat penilaian negatif terhadap ekspektasi pertumbuhan ekonomi, sehingga tekanan jual masih berlanjut. Laju bursa saham regional yang memerah turut mendukung aksi jual yang terjadi.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.781,24 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.573,29 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.777,37.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik karena terbantukan transaksi crossing ROTI senilai Rp2,12 triliun dan FAST senilai 1,988 triliun.
Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.525-4.593 dan resistance 4.792-4.865," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (12/6/2013).
Berpola menyerupai three black crows di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih di area oversold.
"Ini sudah ketiga kalinya target support kami ditembus. Secara teknikal belum ada tanda-tanda untuk upreversal, namun kita berharap tekanan jual yang terjadi mulai terbatas, sehingga tidak menambah keterpurukan IHSG
yang sudah kelewat oversold," tandasnya.
Menilik perdagangan kemarin, masih derasnya tekanan jual asing membuat IHSG terhempas. "Bahkan target support kami (4.700-4.764) jauh dilewatinya. Pelaku pasar semakin tidak nyaman dengan kondisi yang ada, sehingga banyak melakukan aksi jual," kata Reza.
Kondisi makroekonomi yang dirasa semakin tidak kondusif akhirnya membuat penilaian negatif terhadap ekspektasi pertumbuhan ekonomi, sehingga tekanan jual masih berlanjut. Laju bursa saham regional yang memerah turut mendukung aksi jual yang terjadi.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.781,24 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.573,29 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.777,37.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik karena terbantukan transaksi crossing ROTI senilai Rp2,12 triliun dan FAST senilai 1,988 triliun.
Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :