Pengangguran di Australia turun jadi 5,5%

Kamis, 13 Juni 2013 - 12:18 WIB
Pengangguran di Australia...
Pengangguran di Australia turun jadi 5,5%
A A A
Sindonews.com - Tingkat pengangguran di Australia secara tak terduga turun menjadi 5,5 persen pada Mei 2013, dapat mengakibatkan bank sentral menunda pemotongan suku bunga bulan depan.

Para ekonom sebelumnya memperkirakan pengangguran turun 5,6 persen, sama dengan jumlah April. Tetapi, Biro Statistik Australia mengatakan, jumlah orang yang dipekerjakan naik 1.100, dibandingkan penurunan 10.000.

Perdana Menteri Australia, Julia Gillard menyatakan, tingkat pengangguran rendah sebagai bukti bahwa ekonomi negaranya tetap tangguh. Menjelang pemilu nasional yang jatuh tempo pada 14 September, dia menyebutkan, pemerintah Buruh akan menempatkan pekerjaan di posisi pertama.

"Kami melakukan itu selama krisis keuangan global dan kami terus melakukan hingga sekarang dengan berinvestasi di masa depan. Termasuk investasi di bidang infrastruktur transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (13/6/2013).

"Pekerjaan sangat berharga bagi keluarga, Anda tidak dapat membuat hidup keluarga tanpa akses lapangan kerja," tambah Gillard

Biro Statistik mencatat, jumlah orang yang bekerja penuh-waktu turun 5.300 menjadi 8.154.000 pada Mei, tapi pekerjaan paruh-waktu naik 6.400 menjadi 3,51 juta.

Kepala Ekonom Commonwealth Bank of Australia, Michael Blythe mengatakan, angka-angka tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja terus meningkat meskipun terjadi pelunakan dalam sentimen konsumen dan kepercayaan bisnis.

"Ini menjadi indikator utama, mengingat ekonomi berjalan di bawah tren. Semua sinyal mengatakan tingkat pengangguran bergerak lebih tinggi, tapi sepertinya itu akan menjadi cukup lambat merayap," katanya.

Ekonom senior RBC Capital Markets, Su-Ling Ong berharap akan terjadi dua penurunan suku bunga pada akhir tahun ini. "Anda mendapatkan data bulanan yang dapat meningkatkan atau menurunkan risiko penurunan suku bunga, pandangan itu adalah kuncinya," jelasnya.

Bank sentral Australia mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 2,75 persen pekan lalu, melihat pendekatan dolar Australia lebih rendah serta dampak dari pemotongan perekonomian sebelumnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Australia Larang Ekspor...
Australia Larang Ekspor Alumina ke Rusia, Moskow Bakal Kelimpungan?
Perang Dingin, China...
Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia...
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia Mulai Berlaku Minggu Ini
China Bekukan Dialog...
China Bekukan Dialog Ekonomi, Mendag Australia Mengaku Kecewa
Resmi Resesi, Ini yang...
Resmi Resesi, Ini yang Dialami Masyarakat Australia
Terbongkar! Ini Alasan...
Terbongkar! Ini Alasan Sebenarnya China Tekan Ekspor Australia
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
5 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
6 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
10 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
11 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved