Pertama bulan ini, emas berubah bearish

Jum'at, 14 Juni 2013 - 11:57 WIB
Pertama bulan ini, emas...
Pertama bulan ini, emas berubah bearish
A A A
Sindonews.com - Pedagang emas berubah bearish untuk pertama kalinya dalam satu bulan karena investor mengurangi kepemilikan produk di exchange-traded untuk 17 pekan berturut-turut. Hasil ini juga dipengaruhi keputusan India, pembeli emas terbesar di dunia membatasi impor.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (14/6/2013), 18 analis yang disurvei memperkirakan harga akan turun pekan depan, dengan 14 bullish dan empat netral, proporsi terbesar dari bear sejak 17 Mei. Investor menjual 490,4 metrik ton senilai USD21,8 miliar melalui ETPS, sejak 8 Februari, dan 2,124.7 ton tersisa sejak April 2011.

Bullion berada di trek penurunan tahunan pertama sejak 2000 karena beberapa investor kehilangan kepercayaan sebagai penyimpan nilai. Sementara kemerosotan di pasar bear pada April, menyakiti miliarder hedge fund, John Paulson, manager dan produser Newcrest Mining Ltd (NCM), hal itu memacu pembelian koin dan perhiasan di seluruh dunia. Permintaan yang mungkin terancam di India setelah negara menaikkan pajak impor emas ke rekor defisit current account.

"Sentimen sangat suram," kata Andrey Kryuchenkov, analis komoditas VTB Capital di London, sebuah unit dari pemberi pinjaman terbesar kedua Rusia.

"Kenaikan pajak impor di India tidak membantu sentimen. Investor pada dasarnya berada di sela-sela. Mereka tidak ingin melakukan apa pun dan masih ketakutan," jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
18 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
2 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved