Terbitkan obligasi, PLN tawarkan kupon 7,25-8,45%
Senin, 17 Juni 2013 - 15:53 WIB
Terbitkan obligasi, PLN tawarkan kupon 7,25-8,45%
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menerbitkan surat utang atau Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2013 sebanyak-banyaknya Rp2,5 triliun serta menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap I tahun 2013 sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Adapun total dari PUB surat utang tersebut mencapai Rp12 triliun.
Selaku penjamin pelaksana emisi obligasi, Mandiri Sekuritas menyatakan bahwa obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri.
"Seri A dengan tenor 7 tahun, kuponnya 7,25-8,25 persen. Seri B dengan tenor 10 tahun, kuponnya 7,45-8,45 persen. Sedangkan untuk sukuk ijarah akan kita terbitkan dengan rasio cicilan pengembalian sekitar Rp72,5-Rp82,5 juta per Rp1 miliar per tahun selama 7 tahun," ujar Direktur Mandiri Sekuritas, Iman Rahman di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (17/6/2013)
Adapun untuk pemanfaatannya, Iman menjelaskan, untuk membiayai sejumlah proyek pembangunan instalasi jaringin listrik di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Rencana penggunaan dana untuk investasi jaringan transmisi Jawa, Sumatera, Bali, Maluku dan Papua," tambahnya.
Penerbitan surat utang ini merupakan tahap awal dari rencana perseroan untuk melakuka Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebanyak-banyaknya sebesar Rp10 triliun dan menerbitkan Sukuk Syariah sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.
Untuk obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan yang akan diterbitkan perseroan telah mendapat peringkat masing-masing idAA (triple A) dan idAAA (sy) atau triple A syariah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Adapun, masa penawaran awal atau book building akan dilakukan mulai 17 Juni hingga 21 Juni 2013 mendatang yang akan dilanjutkan dengan penentuan besaran kupon dan cicilan imbalan ijarah pada 24 Juni 2013.
Selaku penjamin pelaksana emisi obligasi, Mandiri Sekuritas menyatakan bahwa obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri.
"Seri A dengan tenor 7 tahun, kuponnya 7,25-8,25 persen. Seri B dengan tenor 10 tahun, kuponnya 7,45-8,45 persen. Sedangkan untuk sukuk ijarah akan kita terbitkan dengan rasio cicilan pengembalian sekitar Rp72,5-Rp82,5 juta per Rp1 miliar per tahun selama 7 tahun," ujar Direktur Mandiri Sekuritas, Iman Rahman di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (17/6/2013)
Adapun untuk pemanfaatannya, Iman menjelaskan, untuk membiayai sejumlah proyek pembangunan instalasi jaringin listrik di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Rencana penggunaan dana untuk investasi jaringan transmisi Jawa, Sumatera, Bali, Maluku dan Papua," tambahnya.
Penerbitan surat utang ini merupakan tahap awal dari rencana perseroan untuk melakuka Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebanyak-banyaknya sebesar Rp10 triliun dan menerbitkan Sukuk Syariah sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.
Untuk obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan yang akan diterbitkan perseroan telah mendapat peringkat masing-masing idAA (triple A) dan idAAA (sy) atau triple A syariah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Adapun, masa penawaran awal atau book building akan dilakukan mulai 17 Juni hingga 21 Juni 2013 mendatang yang akan dilanjutkan dengan penentuan besaran kupon dan cicilan imbalan ijarah pada 24 Juni 2013.
(rna)
Lihat Juga :