Data tak akurat, penyebab BLSM salah sasaran

Senin, 24 Juni 2013 - 11:51 WIB
Data tak akurat, penyebab...
Data tak akurat, penyebab BLSM salah sasaran
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman mengakui jika pihaknya juga mengetahui banyaknya pembagian dana kompensasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang tak tepat sasaran.

"Ya memang banyak info (BLSM tak tepat sasaran)," kata Irman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Menurutnya, faktor penyebab terjadi salah sasaran pembagian itu adalah karena kurangnya penataan data terbaru bagi penduduk miskin di Indonesia. "Kita minta melalui kepala daerah Gubernur, Bupati, Walikota melakukan revisi data supaya lebih akurat," ujarnya.

Agar lebih tepat sasaran, Irman meminta kepala daerah agar memperbarui data masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut.

"Karena masalah di tingkat daerah karena yang punya rakyat daerah supaya di-update, bagi penerima BLSM itu, supaya lebih tepat sasaran," lanjutnya.

Irman menambahkan, DPD ikut mengawasi pembagian dana kompensasi itu agar dapat diterima rakyat miskin di tanah air. "Kami DPD melalukan pengawasan selama satu minggu, untuk mengetahui sejauh mana pelaksanan supaya betul-betul sampai ke titik sasaran," tuntasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengucurkan dana kompensasi BLSM sebagai dampak kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan diberikan kepada rakyat miskin Indonesia selama empat bulan dengan nilai Rp150 ribu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
20 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
45 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved