Tarif travel di Bandung naik Rp15 ribu/orang
Senin, 24 Juni 2013 - 14:03 WIB
Tarif travel di Bandung naik Rp15 ribu/orang
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi langsung berpengaruh terhadap tarif travel di Bandung yang juga naik antara Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per orang.
Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra), Andrew Arristianto menjelaskan, kenaikan harga premium menjadi Rp6.500 per liter dan solar Rp5.500 per liter, memaksa pengusaha travel menaikkan tarif angkutan.
"Sejak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Beberapa travel ada yang langsung menaikkan. Dan berapanya kemungkinan melakukan penyesuaian tarif pada pekan ini," jelas Andrew kepada wartawan di Bandung, Senin (24/6/2013).
Atas kenaikan tersebut, maka travel yang biasanya memasang tarif Rp50 ribu per orang menjadi Rp60 ribu atau Rp65 ribu per orang. Sedangkan travel yang biasanya mamatok tarif Rp75 ribu per orang menjadi Rp85 ribu sampai Rp90 ribu per orang.
Menurut dia, besaran kenaikan tarif tersebut, mempertimbangkan kenaikan harga minyak, onderdil, macet, dan kondisi jalan Bandung-Jakarta. Walaupun, lanjut dia, kenaikan sebesar itu masih sangat minim. Apalagi bila mempertimbangkan pengeluaran operasional untuk rute-rute tersebut.
"Memang sangat minim kenaikannya. Tapi kami tidak bisa menaikkan tarif lebih besar dari itu. Kami khawatir, penumpang akan terbebani," ungkap dia.
Apalagi, travel bukan satu-satunya moda transportasi dari Bandung atau Jakarta. Masyarakat bisa memilih moda lainnya seperti kereta api atau bus.
Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra), Andrew Arristianto menjelaskan, kenaikan harga premium menjadi Rp6.500 per liter dan solar Rp5.500 per liter, memaksa pengusaha travel menaikkan tarif angkutan.
"Sejak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Beberapa travel ada yang langsung menaikkan. Dan berapanya kemungkinan melakukan penyesuaian tarif pada pekan ini," jelas Andrew kepada wartawan di Bandung, Senin (24/6/2013).
Atas kenaikan tersebut, maka travel yang biasanya memasang tarif Rp50 ribu per orang menjadi Rp60 ribu atau Rp65 ribu per orang. Sedangkan travel yang biasanya mamatok tarif Rp75 ribu per orang menjadi Rp85 ribu sampai Rp90 ribu per orang.
Menurut dia, besaran kenaikan tarif tersebut, mempertimbangkan kenaikan harga minyak, onderdil, macet, dan kondisi jalan Bandung-Jakarta. Walaupun, lanjut dia, kenaikan sebesar itu masih sangat minim. Apalagi bila mempertimbangkan pengeluaran operasional untuk rute-rute tersebut.
"Memang sangat minim kenaikannya. Tapi kami tidak bisa menaikkan tarif lebih besar dari itu. Kami khawatir, penumpang akan terbebani," ungkap dia.
Apalagi, travel bukan satu-satunya moda transportasi dari Bandung atau Jakarta. Masyarakat bisa memilih moda lainnya seperti kereta api atau bus.
(izz)
Lihat Juga :