Minimnya koordinasi hambat produksi migas

Senin, 24 Juni 2013 - 15:43 WIB
Minimnya koordinasi...
Minimnya koordinasi hambat produksi migas
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menegaskan hambatan utama kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) justru diakibatkan kurangnya koordinasi antar kementerian.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo mengatakan bahwa faktor internal dalam lembaga pemerintah justru sering terjadi, seperti masalah periizinan, tumpang tindih lahan dan keamanan. Hal itu, justru menghambat laju produksi minyak nasional.

"Itu saja, koordinasi masih kacau," kata Susilo saat memberikan sambutan diskusi dengan Tema 'Platform Industri Nasional' di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (24/6/2013)

Adapun sektor yang masih mengalami hambatan, antara lain migas, mineral batu bara, ketenagalistrikan hingga energi baru terbarukan dan koservasi energi.

"Jangan jalan sendiri-sendiri. Kami di ESDM jalan sendiri, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan juga seperti itu. Kasian yang sebetulnya mudah, jadi ribet," ujarnya.

Susilo berharap, kurangnya koordinasi antarkementerian dapat dibangun kembali karena selain faktor internal produksi minyak nasional juga masih terhambat oleh faktor eksternal, seperti teknologi belum dimanfaatkan secara optimal.

"Jika koordinasi lintas kementerian saja tidak berjalan dengan biak, maka otomatis ruang untuk memaksimalkan kegiatan juga kurang baik," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) Gde Prandnyana tak memungkiri masih banyak permasalahan yang menyelimuti sektor migas, seperti soal perizinan kegiatan eksplorasi migas.

"Padahal risiko investasi cukup besar, modal juga. Belum lagi sering ada juga penolakan oleh masyarakat," kata dia.

Ke depan, lanjut dia, negara tidak hanya membutuhkan cadangan minyak, tetapi juga dari sumber energi lainnya. Pasalnya, cadangan minyak nasional saat ini tak lebih dari 4 miliar barel.

"Jika diasumsikan rata-rata pengurasan setiap hari sebanyak 830 riu barel, maka sekitar tahun 2021 cadangan minyak nasional Indonesia akan habis jika tidak ditemukan cadangan baru," kata dia.

Karena itu, menurut dia, pemerintah harus cermat dalam memanfaatkan sumber-sumber energi nasional, seperti minyak bumi agar dapat dimanfaatkan untuk masa depan anak cucu bangsa.

"Sayang jika pendapatan negara yang besar disektor Migas terbuang percuma. Tidak dikembangkan untuk ketersediaan energi baru untuk masyarakat," jelasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
Lifting Migas Kuartal...
Lifting Migas Kuartal I 2022 Masih di Bawah Target, Ini Kendalanya
Lifting Migas RI 2023...
Lifting Migas RI 2023 Belum Capai Target, SKK Migas Ungkap Biang Keroknya
Target Lifting Migas...
Target Lifting Migas 2024 Turun, SKK Migas Sebut Lebih Realistis
Potensi Migas di Jabanusa...
Potensi Migas di Jabanusa Masih Tinggi, Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Hemat Devisa USD14 M...
Hemat Devisa USD14 M per Tahun, RI Uber Target Produksi Minyak 1 Juta BOPD
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved