BEI masih tunggu keterangan SIMA

Kamis, 27 Juni 2013 - 15:32 WIB
BEI masih tunggu keterangan...
BEI masih tunggu keterangan SIMA
A A A
Sindonews.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mempertimbangkan untuk kembali memperdagangkan saham PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) di lantai Bursa, yang sejak 20 Januari 2011 mengalami penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi.

Alasan belum bisa dilakukan pencabutan suspensi tersebut, diakui Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen lantaran BEI saat ini masih menunggu penjelasan lebih lanjut terkait kondisi kegiatan operasional dan kondisi keuangan perseroan.

"Memang sudah ada penjelasan dari manajemen SIMA terkait informasi kondisi kegiatan operasional perseroan. Namun, kami masih memproses dan memantaunya saat ini. Kami belum bisa sampaikan kapan akan dibuka suspensi saham SIMA di pasar," kata Hoesen, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

SIMA telah menggelar public expose insidentil di Grand Kemang, Jakarta beberapa waktu lalu, yang salah satu isinya meminta BEI bisa mencabut suspensi sahamnya, sehingga saham SIMA kembali bisa diperdagangkan.

"Kami berkomitmen untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Dengan ini, kami berharap suspensi saham Siwani Makmur dapat segera dibuka," ujar Direktur Utama SIMA, Edward Seky Soeryadjaya awal pekan ini.

Direktur perseroan, Lie Stefanus Wiji Suratno mengaku bahwa perseroan sudah siap beroperasi secara penuh setelah perseroan menyelesaikan semua kewajibannya pada April lalu kepada para supplier dengan total utang mencapai USD484.516 dan Rp86.201.713.

Perseroan saat ini dalam proses penambahan modal kerja sebesar Rp20 miliar untuk digunakan, antara lain untuk perbaikan mesin agar mampu menerima pesanan yang lebih luas dan menunjang operasional perusahaan, seperti untuk pembelian bahan baku dan peningkatan kegiatan pemasaran.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantul, Laba Produsen...
Mantul, Laba Produsen Indomie Tembus Rp2,8 Triliun
Masih Pandemi, Induk...
Masih Pandemi, Induk Usaha Indomaret Raup Cuan Rp60,8 Miliar
Pendapatan Meroket,...
Pendapatan Meroket, Laba Perusahaan Induk Indomaret Malah Turun 37%
Ternyata, Saham Emiten...
Ternyata, Saham Emiten Indomie Selalu Jadi Santapan Lezat Akhir Tahun
Wow! PT Multi Bintang...
Wow! PT Multi Bintang Indonesia Tbk Teguk Laba Rp924,7 Miliar di 2022
BUMA Terbitkan Obligasi...
BUMA Terbitkan Obligasi I Tahun 2023, Masa Penawaran Berakhir Besok
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
15 jam yang lalu
Infografis
Masih Menjadi Misteri,...
Masih Menjadi Misteri, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved