Jutaan penduduk miskin Jabar tak terima BLSM

Senin, 01 Juli 2013 - 16:47 WIB
Jutaan penduduk miskin...
Jutaan penduduk miskin Jabar tak terima BLSM
A A A
Sindonews.com - Sekitar 1,7 juta rumah tangga sasaran (RTS) di Jawa Barat yang masuk katagori rumah tangga miskin tidak menerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), sebagai dana kompensasi kenaikan harga BBM berubsidi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, terdapat sekitar 4,3 juta RTS di Jabar yang masuk katagori penduduk miskin. Yaitu masyarakat yang dianggap masuk katagori sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin. Data tersebut juga yang diajukan kepada TNP2K pada tahun 2011, untuk penerima BLSM 2013.

Sementara, data yang dilangsir dari www.kompensasi.info, jumlah RTS penerima BLSM yaitu sebanyak 2.615.790 RTS. Artinya, ada selisih sekitar 1,7 juta RTS.

“Memang yang dipakai TNP2K adalah 25 persen dari jumlah penduduk. Sementara kami 40 persen dari jumlah penduduk,” jelas Kepala Bidang Statistik dan Sosial, Dyah Anugrah Kuswardani di Kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Senin (1/7/2013).

Namun demikian, BPS tidak mengetahui secara rinci, kenapa dari 4,3 juta RTS yang diajukan BPS, hanya sekitar 2,6 juta RTS yang mendapat BLSM. Padahal, lanjut Dyah, mereka masuk katagori masyarakat miskin.

Dyah memperkirakan, sisa RTS yang tidak menerima BLSM yaitu masyarakat dengan katagori rentan miskin. Hal itu didasarkan kalkulasi BPS yang dicocokkan dengan TNP2KP.

Menurut dia, RTS yang diajukan BPS yaitu 443.150 RTS (sangat miskin), 585.747 RTS (miskin), 1.181.463 RTS (hampir miskin), dan 2.101.540 RTS (rawan miskin). Apabila data tersebut diurutkan dari masyarakat yang sangat miskin, maka penerima BLSM berasal dari katagori masyarakat sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan sebagian RTS yang masuk katagori rawan miskin.

“Mereka yang tidak menerima BLSM kemungkinan, RTS yang masuk katagori rawan miskin, dengan asumsi pengambilan data dilakukan dari RTS dengan katagori sangat miskin,” jelas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
22 menit yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
52 menit yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
1 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
2 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
2 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved