Tekan kerugian, peternak ayam turunkan produksi

Jum'at, 05 Juli 2013 - 13:19 WIB
Tekan kerugian, peternak...
Tekan kerugian, peternak ayam turunkan produksi
A A A
Sindonews.com - Kelangkaan ayam di pasaran Depok ternyata disebabkan oleh diturunkannya produksi ayam potong di kalangan peternak. Hal itu dikarenakan tingginya harga pakan ayam sehingga peternak mengalami kerugian.

Seperti yang dilakukan Ahmad Muhtar, peternak di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Depok yang mengaku sengaja menurunkan produksi ayam karena kenaikan harga pakan dan Day Old Chicken (DOC). Saat ini dirinya menurunkan produksi ayam sampai 80 persen yaitu dari 20.000 menjadi 4.000 ekor ayam.

Menurut dia, kenaikan harga DOC dan pakan tersebut menyulitkan terutama peternak ayam mandiri. Saat ini harga DOC naik dari sebelumnya Rp4.000 menjadi Rp6.500 per ekor. Sementara harga pakan naik dari Rp305.000 menjadi Rp320.000 per karung.

“Sejak BBM naik, harga DOC dan pakan naik. Saya jadi mikir dua kali buat produksi banyak, takut rugi,” kata Ahmad, Jumat (05/07/2013).

Menurut Muhtar, dirinya saat ini harus menjual harga kandang minimal Rp22.500 per kg. Jika tidak, dia akan mengalami kerugian. “Itu harga di peternak ya, kan belum ongkos transport dan sebagainya,” ungkapnya.

Eva Maryam, peternak lainnya mengatakan, dirinya belum terpengaruh oleh kenaikan harga pakan dan DOC. Sebab usaha ternaknya menggunakan sistem kemitraan. Dengan demikian, Eva hanya menyediakan kandang dan tenaga untuk membesarkan ayam. “Untuk DOC dan pakan sudah disediakan oleh penyuplai yang bekerja sama,” kata Eva.

Meskipun demikian, menurut Eva kenaikan DOC dan pakan tersebut bisa mempengaruhi pada perjanjian kontrak yang dilakukan setiap bulan. “Nanti setelah kontrak habis, baru ada perjanjian lagi bagaimana bagi hasilnya,” akunya.

Ketua Paguyuban Pedagang Ayam Daerah Kota Depok, Widodo mengatakan, saat ini harga ayam di pasar tradisional melonjak menjadi lebih dari Rp35.000 per kg. Mahalnya harga daging tersebut disebabkan karena langkanya ayam di pertenakan. “Banyak pedagang yang terpaksa menjual mobil atau tanah untuk menutupi usahanya,” tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Kerugian Finansial yang...
Kerugian Finansial yang Dialami Israel Akibat Kebakaran Dahsyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved