Swasembada kedelai dan gula masih lama

Jum'at, 05 Juli 2013 - 15:00 WIB
Swasembada kedelai dan...
Swasembada kedelai dan gula masih lama
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pertanian sangat percaya dapat segera merealisasikan swasembada pangan pada tahun depan. Namun demikian, masih ada komoditi yang mengganjal optimisme swasembada pangan tersebut.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Achmad Suryana menerangkan bahwa komoditi pangan yang masih jauh untuk bisa diswasembadakan adalah kedelai.

Menurutnya, produksi kedelai nasional saat ini baru bisa memenuhi sekitar 30 persen dari total kebutuhan nasional. Untuk itu, diakuinya Kementerian Pertanian masih berupaya keras agar defisit ketersediaan kedelai tersebut dapat segera diatasi.

"Kedelai defisit cukup besar hanya memenuhi 30 persen dari kebutuhan. Jadi, kita masih butuh banyak impor. Kita butuh kerja keras untuk bisa swasembada," ujar Achmad di Bogor, Jumat (5/7/2013).

Selain itu, ada pula komoditi gula yang ketersediaannya hanya baru mencukupi kebutuhan rumah tangga saja.

"Gula untuk rumah tangga memang aman. Tapi kalau untuk industri kita masih banyak impor. Jadi, kita juga masih kerja keras untuk bisa swasembada (gula)," tambah dia.

Di luar dari defisit ketersediaan dua komoditi tersebut, ketersediaan beras dan jagung ternyata mencatatkan prestasi cukup baik.

"Beras surplus. Hitungan kami, tahun ini produksi sekitar 39 juta ton beras dari kebutuhan 34 juta ton. Jadi, kita ada surplus beras sekitar 5 juta ton. Untuk jagung juga demikian. Yang pasti untuk beras dan jagung mulai tahun ini kita sudah bisa swasembada," tegas dia.

Dia menambahkan, selain komoditi pertanian, dari sektor peternakan, yakni daging sapi menjadi salah satu komoditi yang menjadi target swasembada tahun 2014.

"Sapi dalam hitungan sasaran swasembada, sudah hampir mendekati sekitar 90 persen. Masih ada impor, tapi mudah-mudahan 2014 kita sudah bisa swasembada," tutup dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
31 menit yang lalu
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
1 jam yang lalu
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
1 jam yang lalu
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
1 jam yang lalu
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved