Moody's: Peringkat obligasi Indonesia Baa3

Rabu, 10 Juli 2013 - 14:56 WIB
Moodys: Peringkat obligasi...
Moody's: Peringkat obligasi Indonesia Baa3
A A A
Sindonews.com - Lembaga penelitian kredit global, Moody Investors Service (Moody's) telah memberikan peringkat provisional (P) Baa3 kepada pemerintah Indonesia atas penawaran obligasi jangka menengah dalam denominasi dolar AS. Prospek stabil.

Dalam pengumuman di situsnya, Rabu (10/7/2013), Moody's mengungkapkan, peringkat emiten Indonesia Baa3 menggabungkan penilaian moderat kekuatan ekonomi negara secara keseluruhan menyeimbangkan kinerja pertumbuhan yang kuat terhadap PDB, yang relatif rendah per kapita.

Vice President-Senior Analyst Sovereign Risk Group, Moody's, Christian de Guzman mencatat pertumbuhan PDB riil datang di atas 6 persen untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2012. Namun, kenaikan inflasi, pengetatan kebijakan, dan harga yang lebih rendah untuk ekspor komoditas Indonesia dapat membebani pertumbuhan ekonomi tahun ini. Meski demikian, tren pertumbuhan kemungkinan akan dipertahankan di atas negara-negara lain sama dengan nilai dalam jangka menengah.

Pengelolaan fiskal yang hati-hati telah menjadikan defisit anggaran pada tingkat yang rendah dan terus mengurangi beban utang pemerintah, sebagai bagian dari PDB selama dekade terakhir. Akibatnya, rasio fiskal dan utang Indonesia sekarang lebih menguntungkan daripada rating lebih tinggi perusahaan sejenis.

Pengurangan subsidi bahan bakar (BBM) yang ditetapkan pada Juni 2013, yang pertama sejak 2008, ditujukan untuk mengurangi pengeluaran negara yang semakin besar dan kemungkinan akan menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari PDB.

Transaksi berjalan mungkin dalam defisit struktural, volatilitas arus modal baru-baru ini telah lebih jauh membebani neraca pembayaran dan memberikan kontribusi terhadap melemahnya nilai tukar rupiah.

Sementara arus masuk FDI terus sehat dan mengurangi tekanan eksternal, cadangan devisa telah jatuh ke USD98,1 miliar per Juni 2013 dari USD112,8 miliar pada akhir 2012. Cadangan ini tetap cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran eksternal negara dalam dua tahun.

Prinsip metodologi yang digunakan dalam penilaian ini adalah Ratings Obligasi Negara yang diterbitkan pada September 2008.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Yuk, Beli Nggak? Penawaran...
Yuk, Beli Nggak? Penawaran Sukuk Ritel SR013 Bank Mandiri Tutup Dua Hari Lagi Lho..
Pasar Obligasi Indonesia...
Pasar Obligasi Indonesia Masih Tawarkan Imbal Hasil yang Legit buat Asing
ORI 017 Investasi Risiko...
ORI 017 Investasi Risiko Kecil Paling Menguntungkan? Simak Riset Ini
Dengan Sejuta Rupiah,...
Dengan Sejuta Rupiah, Masyarakat Bisa Kail Cuan dari Surat Utang Pemerintah
Obligasi Korporasi Lebih...
Obligasi Korporasi Lebih Menggiurkan Dibanding Punya Pemerintah
Berita Terkini
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
21 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
50 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved