Wall Street ditutup variatif

Kamis, 11 Juli 2013 - 08:50 WIB
Wall Street ditutup...
Wall Street ditutup variatif
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup variatif, dengan indeks Dow Jones terkoreksi setelah empat hari berturut-turut reli, sedangkan S&P 500 menguat tipis.

Kondisi tersebut merujuk pada hasil pertemuan Fed Minutes pada Juni, yang dirilis Rabu waktu setempat, dimana The Fed menginginkan jaminan yang lebih kuat terhadap pasar tenaga kerja sebelum memangkas program stimulus.

Ketiga indeks utama Amerika Serikat (AS) segera pulih setelah pengumuman tersebut, namun hanya bertahan sesaat. Indeks Dow Jones terkoreksi, sedangkan S&P 500 menguat tipis.

Investor saat ini fokus pada pidato Gubernur The Fed, Ben Bernanke yang disampaikan setelah penutupan pasar. Dia mengatakan bahwa kebijakan moneter yang sangat akomodatif diperlukan di masa mendatang dan tingkat pengganguran AS sebesar 7,6 persen mengancam kesehatan pasar tenaga kerja.

Komenter Ben Bernanke membuat indeks saham berjangka AS menguat. Bank Sentral AS menyatakan akan melanjutkan pembelian obligasi hingga proospek pasar tenaga kerja meningkat secara substansial.

"Pernyataan tersebut menenangkan kekahwatiran pasar," kata Chief Investment Officer Solaris Group, Tim Ghriskey seperti dilansir Reuters, Kamis (11/7/2013).

Indeks Dow Jones merosot 8,68 poin atau 0,06 persen menjadi 15.291,66; indeks Standard & Poor 500 naik tipis 0,30 poin atau 0,02 persen menjadi 1.652,62 dan Nasdaq naik 16,50 poin atau 0,47 persen menjadi 3.520,76.

Volume perdagangan sekitar 5,7 miliar yang ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Angka tersebut di bawah volume rata-rata harian sepanjang tahun ini sebesar 6,4 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
12 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
22 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
38 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
40 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
50 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
5 Pabrik Bakal Ditutup,...
5 Pabrik Bakal Ditutup, Gelombang PHK Ancam Karyawan Kimia Farma
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved