Subsidi tetap akan bebaskan negara dari APBNP
Senin, 15 Juli 2013 - 14:32 WIB
Subsidi tetap akan bebaskan negara dari APBNP
A
A
A
Sindonews.com - Walaupun dengan penerapan subsidi tetap (fix subsidi), subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan dapat dihapuskan karena menyangkut kelompok masyarakat terbawah.
Tetapi subsidi BBM tetap harus dikendalikan karena setiap tahun negara tersandera APBNP hanya untuk menambah kekurangan subsidi BBM.
"Harus dikendalikan, jangan sampai setiap tahun kita tersandera APBNP hanya untuk menambah kekurangan subsidi," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang Brodjonegoro di gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (15/7/2013).
Dia juga menjelaskan, penerapan subsidi tetap ini akan menimbulkan pemahaman masyarakat bahwa bahan bakar fosil itu tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis.
"Bahan bakar fosil itu tidak renewable, akan habis dan kita tidak punya cadangannya, sehingga harga BBM itu haruslah cerminkan kelangkaan maupun keterbatasan SDA kita. Itu inti dari penerapan subsidi tetap," kata Bambang.
Tetapi Bambang mengakui sulitnya mewujudkan bebasnya Indonesia dari bahan bakar fosil pada tahun 2014 seperti tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). "Sulit wujudkan itu, tapi pokoknya kita mesti jaga," tandas Bambang.
Tetapi subsidi BBM tetap harus dikendalikan karena setiap tahun negara tersandera APBNP hanya untuk menambah kekurangan subsidi BBM.
"Harus dikendalikan, jangan sampai setiap tahun kita tersandera APBNP hanya untuk menambah kekurangan subsidi," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang Brodjonegoro di gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (15/7/2013).
Dia juga menjelaskan, penerapan subsidi tetap ini akan menimbulkan pemahaman masyarakat bahwa bahan bakar fosil itu tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis.
"Bahan bakar fosil itu tidak renewable, akan habis dan kita tidak punya cadangannya, sehingga harga BBM itu haruslah cerminkan kelangkaan maupun keterbatasan SDA kita. Itu inti dari penerapan subsidi tetap," kata Bambang.
Tetapi Bambang mengakui sulitnya mewujudkan bebasnya Indonesia dari bahan bakar fosil pada tahun 2014 seperti tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). "Sulit wujudkan itu, tapi pokoknya kita mesti jaga," tandas Bambang.
(gpr)
Lihat Juga :