Semester II, BNLI ikut proyek sindikasi USD620 juta

Rabu, 17 Juli 2013 - 17:57 WIB
Semester II, BNLI ikut...
Semester II, BNLI ikut proyek sindikasi USD620 juta
A A A
Sindonews.com - PT Bank Permata Tbk (BNLI) menargetkan akan ikut dalam proyek pinjaman sindikasi sebesar USD620 juta pada semester dua tahun ini. Nilai pembiayaan yang disalurkan perseroan diperkirakan tumbuh 25 persen tahun ini dari tahun sebelumnya.

Direktur Wholesales BNLI, Roy Arfandy mengatakan, adanya perlambatan pertumbuhan penyaluran pembiyaan dibandingkan semester pertama. Namun setidaknya pada Juli perseroan telah resmi ikut dalam pembiayaan sindikasi senilai USD470 juta.

Dalam proyek untuk nasabah di sektor agribisnis tersebut, perseroan berkontribusi sebesar 10 persen. Namun dia tidak bersedia menjelaskan detail nasabah tersebut lebih lanjut.

"Nanti mereka akan mengumumkannya supaya lebih jelas. Dibandingkan semester pertama kami memang agak lebih berhati-hati saat ini karena kondisi agak sulit," ujar Roy di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Selain itu, perseroan saat ini sedang melakukan finalisasi proyek sindikasi senilai USD150 juta. Perusahaan yang akan menggunakan pinjaman tersebut bergerak di sektor manufaktur dan masih menjaga kerahasiaannya.

Setidaknya, kata dia, perseroan akan turut serta sebesar 30 persen dalam proyek ini. "Kami belum bisa cerita banyak karena masih dalam finalisasi. Tapi kami ikut 30 persen dalam proyek ini," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laba Permatabank Tumbuh...
Laba Permatabank Tumbuh 24,2% di Smester I 2020
Bank Permata Naik Jadi...
Bank Permata Naik Jadi BUKU 4 Akhir Tahun 2020
Permata Learning Week...
Permata Learning Week Gelar 16 Sesi Secara Hybrid dari Permata Bank Bintaro
Bangkok Bank Akuisisi...
Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata Rp33,66 Triliun
Diakusisi Bangkok Bank,...
Diakusisi Bangkok Bank, Bank Permata Perkuat Kinerja
PermataBank Sukses Masuk...
PermataBank Sukses Masuk Jajaran ASEAN Asset Class
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved