Industri TPT paling terimbas pelemahan rupiah

Kamis, 18 Juli 2013 - 13:41 WIB
Industri TPT paling...
Industri TPT paling terimbas pelemahan rupiah
A A A
Sindonews.com - Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dinilai paling terkena dampak atas pelemahan rupiah. Bank Indonesia (BI) diminta segera menstabilkan nilai tukar rupiah untuk meminimalisir dampak terhadap industri TPT.

Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Kevin Hartanto mengatakan, industri tekstil dalam negeri akan menghadapi kenaikan harga bahan baku TPT, akibat naiknya biaya impor kapas dan bahan kimia lainnya.

“Semua bahan baku kapas untuk TPT Jabar masih mengandalkan impor. Pelemahan rupiah, tentu menyebabkan kenaikan harga kapas yang merupakan komponen utama membuat kain dan benang,” jelas Kevin di Bandung, Kamis (18/7/2013).

Selain kapas, komponen yang masih mengandalkan impor yaitu zat kimia untuk membuat kain. Kenaikan harga bahan baku TPT, secara langsung menyebabkan peningkatan cosh produksi industri TPT.

Sementara, industri TPT dalam negeri mesti bersaing dengan produk TPT impor yang harganya jauh lebih murah. Kondisi tersebut menyebabkan industri TPT sulit menaikkan harga produk, walaupun harga bahan baku naik.

“Yang kami perlukan adanya kepastian nilai tukar rupiah terhadap dolar. Jangan turun naik terus. Kalaupun saat ini di angka Rp10.000/USD, tidak masalah asalkan stabil,” beber Kevin.

Stabilitas nilai rupiah, mempermudah industri TPT membuat perencanaan penjualan untuk beberapa bulan kedepan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
17 menit yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
30 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
52 menit yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved